Warga Sambelia Tewas Gantung Diri

Warga Sambelia Tewas Gantung Diri
GANTUNG DIRI: M Ihsan ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya oleh ibunya sendiri, Selasa siang kemarin (16/5). (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—M Ihsan, 29 tahun, warga RT 03 Kampung Tibu Borok, Dusun Padak Utara, Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), ditemukan tewas gantung diri, Selasa 16/5 kemarin.

Bapak satu putra yang ditinggal istrinya menjadi TKI di Malayisa sejak dua tahun lalu ini diperkirakan tewas gantung diri akibat mengalami depresi. Korban ditemukan menggantung di atas motor di dalam kamarnya, dengan kain dan tubuhnya sudah membiru, serta bengkak. Bahkan sudah mulai mengeluarkan bau.

Menurut penuturan salah satu keluarganya, Rusdi Amir, korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Inak Herman, 55 tahun, Selasa siang sekitar pukul 12.30 Wita, saat hendak membawakan nasi. “Kebetulan korban tinggal sendiri, dan selalu diantarkan nasi sama ibunya,” kata Rusdi.

Sementara ibunya tinggal di RT lain, namun masih satu kampung dengan korban. Selama hampir dua tahun korban tinggal sendirian setelah ditinggal istrinya yang menjadi TKW di Malaysia. Sehingga ibunya selalu mengantarkan makanan setiap hari.

“Terakhir dia diantarkan makanan pada Minggu malam sekitar Magrib, namun ibunya tidak bisa menemuinya lantaran korban tidak mau keluar kamarnya, meski dipanggil-panggil ibunya,” jelas Ketua BPD Padak Goar ini.

Merasa penasaran, sang ibu kemudian melongok anaknya di dalam kamar melalui lubang pagar bedek kamar korban. Dikatakan sang ibu sempat melihat anaknya duduk di atas sepeda motor, dan mengira anaknya sedang menelpon istrinya. Sehingga sang ibu kemudian menggantungkan nasi yang dia bawa di atas pintu rumah korban, sambil berpesan dan meninggalkannya pulang.

Kemudian Selasa siang sekitar pukul 12.30 Wita, sang ibu kembali ke rumah korban hendak membawakan nasi. Dipanggil-panggil ternyata tidak ada jawaban, sementara nasi masih dilihat menggantung pada tempat dia menaruh pada Minggu malam lalu.

Karena tidak ada jawaban meski dipanggil berulang kali, sehingga sang ibu kemudian pulang. Namun ditengah perjalanan pulang ke rumahnya, sang ibu merasa penasaran, sehingga kemudian balik lagi ke rumah anaknya.

Kembali dia memanggil-manggil, namun tetap tidak ada jawaban. Maka dia pun berusaha melongok melalui lubang pagar bedek kamar anaknya. Ternyata posisinya masih seperti dia pertama kali melihat pada Minggu malam, saat dia mengantar makanan.

Namun kemudian dia melihat ada kain yang melilit di leher anaknya, sehingga kemudian membuatnya sadar bahwa anaknya tergantung. “Pintu dikunci dari dalam, dan jendela juga terkunci, sehingga ibunya sendiri yang menggedor pintu hingga kemudian menemukan anaknya tergantung dengan kain,” paparnya.

Sock melihat anaknya gantung diri, ibunya teriak hingga warga lain berdatangan, dan spontan ia memutuskan kain yang menggantung anaknya tersebut, dengan dibantu warga menurunkan korban. “Dari hasil pemeriksaan petugas, Polisi maupun pihak Puskesmas Sambelia, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Hanya ditemukan darah dari mulut yang mengalir ke kaki, sehingga disimpulkan murni gantung diri,” paparnya.

Kapolres Lotim melalui Kapolsek Sambelia, Iptu Zainuddin Basri saat dikonfirmasi Radar Lombok membenarkan jika kasus tersebut murni kasus gantung diri. “Hasil visum dokter Puskesmas Sambelia tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, alias kasus ini murni gantung diri,” katanya.

Menepis isu negatif warga, jika kematian korban dikatakan ada kejanggalan dengan ditemukan darah pada korban. Kapolsek mengatakan bahwa darah tersebut berasal dari mulut korban lantaran ada nadi yang pecah akibat gantung diri tersebut. Darah dari mulut korban inilah yang kemudian mengalir hingga tembus selangkangan dan sampai ke betis. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid