Warga Protes Tindakan Kepala SDN 2 Dasan Geres

Warga Protes Tindakan Kepala SDN 2 Dasan Geres
PROTES : Pertemuan warga Dasan Geres dengan Kepala SDN 2 Dasan Geres Hj. Siti Sunnah, Kamis (24/8). (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Puluhan warga mendatangi SDN 2 Dasan Geres, Kamis (24/8). Mereka memprotes tindakan kepala sekolah setempat Hj. Siti Sunnah, yang dianggap keterlaluan terhadap anak-anak mereka. Ketersinggungan para orang tua ini bermula saat kepala sekolah mencari anak-anak mereka ke beberapa sekolah berkaitan dengan tindakan coret-coret dinding sekolah. Anak-anak ini adalah alumni SDN 2 Dasan Geres.

Diantaranya, ada anak yang dicari ke SMP 4 Gerung dan Ponpes Nurul Hakim. Mereka dituntut bertanggung jawab atas kejadian coret-coret dinding SD. “ Kemauan orang tua,  lakukanlah koordinasi dulu. Bila perlu lapor ke saya untuk dibantu selesaikan. Jangan langsung melebar, mencari anak-anak itu ke sekolahnya. Di SMP 4, anak-anak ini berurusan dengan guru BP-nya,” ungkap Kepala Lingkungan Dasan Geres Sae’an, menyampaikan aspirasi warga yang sekaligus mendampingi warga melakukan protes dan diskusi dengan pihak sekolah dan UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gerung.

Lebih lanjut dijelaskannya, kronologis kejadian ini bermula dari tulisan-tulisan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh sekitar enam orang anak di dinding sekolah. Mereka dicari ke sekolahnya oleh Kepala SDN 2 Dasan Geres. Itupun dirasa mengganggu psikologi anak-anak tersebut, bahkan ada yang sampai tidak masuk sekolah. “Anak-anak ini kan juga saling lempar, tidak ada yang mau mengaku siapa yang menulis,” jelasnya.

Salah satu orang tua murid, Ida Sri Darmayati, yang hadir kemarin juga sangat menyayangkan sikap Kepala SDN 2 Dasan Geres yang tidak berkoordinasi dahulu dengan dirinya. Langsung mencari anaknya ke SMPN 4 Gerung. Bahkan anaknya bercerita mendapat intimidasi. “Ini yang saya protes. Koordinasi dulu dengan kami. Jangan langsung cari mereka. Saya juga sampai memarahi anak saya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SDN 2 Dasan Geres Hj. Siti Sunnah mengungkapkan, beberapa minggu lalu beberapa anak yang sudah lulus dari SDN 2 Dasan Geres itu menulis kata-kata yang tidak pantas. Saat itu langsung dibelikan cat serupa, dan tulisan itu ditutup. Kemudian minggu lalu, kembali terjadi. Bahkan sampai masuk ke dalam ruangan, melalui jendela, dan kembali menuliskan kata-kata tidak pantas.

Diungkapkan, dirinya sempat menemui orang tua anak yang pekerjaannya berjualan dekat sekolah, tetapi orang tua tersebut terus saja membela anaknya. Padahal niatan dia, adalah agar anak tersebut tidak lagi melakukan hal demikian. “Cara itu ternyata tidak efektif, mungkin karena tidak lagi bersekolah di sini, sehingga saya langsung ke SMP. Tujuannya tidak lain agar anak-anak ini diberikan pembinaan, tidak mengulang perbuatannya,” bebernya.

Tidak ada rasa benci, sakit hati apalagi melakukan intimidasi. Dirinya berkoordinasi dengan SMPN 4 Gerung, Ponpes Nurul Hakim, murni kemitraan untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak itu. Karena belakangan juga diketahui, diduga ada yang mabuk dan memasukkan sepeda motornya ke dalam sekolah. “Kita tahu anak-anak ini dari adik-adiknya (siswa), karena sering ditegur juga. Mereka ini melakukannya sore, (Menulis kata/kalimat tidak pantas),” jelasnya.

Kemudian ditegaskannya, tidak pernah pula ada niatan atau sikap mau membawa ke ranah pidana. Mungkin anak-anak tersebut salah memahami. Karena guru BP di SMP 4 Gerung, menasihati, bahwa apabila nanti ingin menjadi pegawai, TNI/Polri, itu tetap akan berhubungan dengan Kepala Sekolah SDN 2 Dasan Geres, dalam pengurusan berkas. “Apalagi katanya mau menahan ijazah mereka. Tidak benar,” tandasnya. (zul)