Warga Pringgabaya Hentikan Pembangunan Pasar

LOTIM—Warga Pringgabaya, Kamis kemarin (18/8) memaksa penghentian pembangunan Pasar Pringgayabaya yang sedang dibangun di lahan lapangan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga pada pemerintah yang tidak komit atas janjinya untuk menyediakan lahan pengganti lapangan, sebelum pasar mulai dikerjakan.

Sebelum melakukan aksi penghentian pengerjaan pembangunan pasar, warga yang berjumlah sekitar 150 orang, didominasi para pemuda tampak dimediasi oleh Kapolsek Pringgabaya di Aula Kantor Desa Pringgabaya. Mediasi yang diikuti para perwakilan warga dan pemuda itu juga dihadiri Muspika, Kades dan tokoh masyarakat Desa Pringgabaya.

Mediasi tersebut, Camat Pringgabaya, M. Anwar meminta maaf pada warga yang hadir dan masyarakat Pringgabaya, atas berlarut-larutnya persoalan penggantian lahan pengganti lapangan. Sejak tahun lalu telah direncanakan untuk melakukan relokasi pasar Pringgabaya ke lahan lapangan yang berada di Bilewong jalur menuju Suela seluas 1,25 ha.

Berdasarkan kesepakatan warga dengan tim sembilan yang menangani pembebasan lahan untuk pengganti lapangan yang direncanakan di Embur (arah ke pantai Ketapang) dengan luas 2 ha. Dimana terdiri dari lahan pecatu kepala desa seluas 85 are dan 1,15 ha lahan warga yang akan dibebaskan.

Namun hingga pembangunan pasar di lahan lapangan telah berlangsung sejak awal bulan ini, ternyata lahan pengganti yang dijanjikan seluas 2 ha masih tak jelas. Hal inilah yang kemudian memicu kekhawatiran warga, sehingga tidak percaya pada pemerintah dan menuntut penghentian pembangunan pasar di atas lahan terebut sebelum lahan pengganti dibebaskan.

“Saya tidak menganjurkan dan tidak melarang untuk melakukan penghentian pembangunan pasar ini, karena saya memiliki keterbatasan wewenang dan tidak mau berurusan dengan hukum,” katanya menjelaskan pada warga yang terus ngotot.

Meski pihaknya telah memberikan solusi untuk menggunakan lahan pekuburan yang masih kosong untuk dijadikan lapangan sementara waktu, sebelum mendapatkan lahan pengganti, namun warga menolak. Demikian pula saat menawarkan pengerjaan lahan pecatu seluas 85 are untuk sementara menunggu pembebasan lahan 1,15 ha milik warga yang ada di depannya. Namun semua solusi tersebut juga ditolak warga yang dikomandoi Hokmi, sebagai koordinator aksi. Menunggu ada kesepakatan dari Bupati Lotim, sekaligus meminta jaminan dan Mou. “Kita mendesak Pemda agar menghentikan pembangunan ini sebelum lahan penggantinya jelas,” kata Koordinator aksi, Hokmi.

Bahwa selaku perwakilan masyarakat dan pemuda Pringgabaya, pihaknya bersama tokoh yang lainnya tidak mau bergeming dengan tuntutan mereka. Meski telah disepakati akan menghadap bupati, namun atas desakan warga mereka kemudian menuju ke lokasi lapangan tempat pembangunan pasar tersebut.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Pringgabaya, LM Taufik menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin dikelabui nantinya oleh pemerintah daerah, dalam hal ini bupati. “Itu yang tanda tangan Sekda, seharusnya Bupati. Tapi Bupati bisa saja mangkir seperti kasus Labuhan Haji,” tegasnya.

Sementara Kapolres Lotim melalui Kapolsek Pringgabaya, Kompol Ahmad Sutarman meminta warga untuk memberikan Camat Pringgabaya kesempatan dan waktu, untuk berkoordinasi dengan pihak kabupaten atau bupati. “Kalau pembangunan dihentikan, takutnya nanti banyak yang akan terganggu. Jadi berikan kesempatan bagi tim untuk diskusi dan berkordinasi dengan kabupaten,” pintanya. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid