Warga Positif Covid-19 Terus Meningkat, Wali Kota Terpukul

PASIEN POSITIF: Penjemputan pasien positif corona oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, untuk dirawat di RSUD Kota Mataram, Jumat malam lalu (8/5).( ALI/RADAR LOMBOK)
PASIEN POSITIF: Penjemputan pasien positif corona oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, untuk dirawat di RSUD Kota Mataram, Jumat malam lalu (8/5).( ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Jumlah pasien positif virus Covid-19 atau corona di Kota Mataram, setiap hari terus bertambah. Hingga kini, jumlah total warga Kota Mataram yang terpapar corona, telah mencapai 129 orang. Dengan rincian 95 orang masih dalam perawatan, kemudian 31 orang dinyatakan sembuh, dan 3 warga meninggal dunia karena virus mematikan itu.

Khusus penambahan pada hari Sabtu lalu (9/5), ada tambahan warga positif corona mencapai 17 orang. Sementara keesokan harinya, Minggu (10/5), tidak ada penambahan warga Kota Mataram yang positif. Dengan tambahan yang cukup banyak ini, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, mengaku sangat terpukul. “Siapa yang tidak terpukul. Seolah-olah apa yang sudah kita lakukan, sepertinya tidak berbekas. Karena dari malam ke malam terus bertambah,” ujarnya di Mataram, kemarin.

Jumlah ini diprediksi masih akan terus bertambah. Oleh karena itu, gugus tugas penanganan covid-19 terus berupaya melakukan tracing. “Karena kita harus memutus mata rantai penyebarannya. Persoalannya ini ada di pencegahan. Potensi-potensi terjadinya penularan kita upayakan untuk ditangani. Sekarang ini kita berhadapan dengan situasi masyarakat yang sama sekali tidak disiplin. Sudah berbagai imbauan kita berikan,” ungkapnya.

Dari penambahan jumlah kasus, tetap berasal dari klaster yang sudah ada. Kemudian ada juga yang non klaster dan belum dipastikan. Seperti adanya tukang parkir, taksi online dan lainnya. Kemudian ada juga yang riwayatnya belum jelas sampai saat ini.

“Jumlah yang belum jelas ini sekitar tiga orang. Almarhumah di Panaraga itu juga belum jelas. Memang ada keluarganya yang datang dari luar negeri. Tapi dia tidak pernah kontak. Almarhumah pedagang di Pasar Bertais. Kita belum jelas dia sebagai transmisinya di Gubug Panaraga itu,” ungkapnya.

Kemudian rapid test dilaksanakan terhadap 37 warga Gubug Panaraga. Hasilnya 10 orang dinyatakan reaktif. Selanjutnya langsung dilakukan tes swab. Hasilnya 6 orang warga Gubug Panaraga positif terpapar corona. “Sudah keluar hasilnya 6 orang yang positif. Ini artinya eskalasi penularan sudah keluar dari klaster-klaster,” terangnya.

Untuk itu, wali kota mencoba mengevaluasi kelemahan yang ada. Seperti tindakan isolasi dan karantina. Tetapi tidak sepenuhnya karena kelalaian petugas. Melainkan juga masih kurangnya kesadaran warga. “Seperti yang terjadi di Karang Kemong. Karena dia merasa tidak ada gejala, tapi ternyata positif. Ini persoalan kita, sehingga jumlah yang positif sampai 129 orang positif,” jelasnya.

Selanjutnya, pengawalan dan penjemputan terhadap 16 pasien positif ini langsung dilakukan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram. Dengan rincian, 1 orang pasien sudah dirawat di RSUD Kota Mataram. Kemudian 13 orang pasien dari Wisma Nusantara ke RSUD Kota Mataram. Lalu 3 orang lainnya di evakuasi dari rumah masing-masing ke RSUD Kota Mataram untuk mendapat perawatan intensif.

Sebelumnya Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra mengatakan, jumlah penderita positif corona Mataram masih akan bertambah kedepannya. Meski demikian, ia masih yakin akhir Mei nanti trend corona akan menurun. “Saya sih masih yakin akhir Mei ini turun kasusnya,’’ katanya.

Masyarakat pun diminta tidak risau dengan penambahan jumlah pasien positif. Dikarenakan jumlahnya akan bertambah beberapa hari ke depan. “Kalau sudah puncak berarti akan ada penurunanan nanti,’’ ungkapnya.

Meski demikian, prediksi itu bisa melenceng jika kesadaran masyarakat masih rendah. Utamanya tentang pelaksanaan sosial distancing dan physical distancing. Oleh karena itu, pengawasan dan tindakan tegas pemerintah diperlukan untuk bisa mewujudkan target tersebut. “Sekarang, asal pemerintah tegas. Itu saja,” terangnya. (gal)