Warga Pohgading Hilang Terseret Banjir

PENCARIAN: Tim Basarnas Pos Kayangan sampai dengan Minggu malam (19/3), masih melakukan pencarian terhadap korban yang terseret arus saat hendak berupaya menyelamatkan anak yang terseret arus (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Berupaya menyelamatkan seorang anak yang jatuh ke dalam bendungan di Kali Tanggek Pohgading, Rohiman, 25 tahun, warga Bagekgaet, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Lotim, hilang terseret arus banjir Minggu malam (19/3), sekitar pukul 16.30 Wita. Meski telah dilakukan pencarian dengan melibatkan Basarnas, Polisi, TNI dan masyarakat setempat, namun hingga pukul 22.00 Wita tadi malam korban belum juga bisa ditemukan.

Menurut salah satu sumber, bahwa sore itu anak-anak bermain di sekitar bendungan yang kebetulan airnya sedang deras akibat banjir usai hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan sekitarnya. Salah seorang anak bernama Ari, 10 tahun, jatuh ke bendungan akibat terpeleset saat bermain.

Spontan beberapa warga berusaha untuk menyelamatkan anak yang terjatuh ke dalam bendungan tersebut. Hingga salah seorang warga bernama Amaq Ros, kemudian berhasil menyelamatkan Ari dari dalam bendungan. Namun justeru Rohiman yang juga berusaha untuk menolong sang anak naas tersebut malah terseret ke pusaran air pembagi bendungan, hingga kemudian lenyap dan diperkirakan terseret arus.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

“Sebenarnya anak itu sudah dapat diselamatkan oleh Amaq Ros, akan tetapi kemudian korban (Rohiman) malah terjun ke ke dalam bendungan,” kata salah seorang warga setempat, Sapuan.

Lantaran air kali sedang besar akibat banjir usai hujan deras yang terjadi sejak siang, korban kemudian terseret arus menuju pusaran air di pembagian air. Korban merupakan guru honorer di salah satu SDI yang ada di Desa Seruni Mumbul. Saat kejadian, korban hendak menjemput istrinya yang kebetulan pulang ke rumah orang tuanya (mertua) di Gubuk Timuk Desa Pohgading.

Karena lokasi rumah mertuanya dekat dengan kali atau bendungan tersebut, sehingga kemudian berinisiatif untuk menyelamatkan anak yang naas terpeleset jatuh ke bendungan, hingga ia nekat mempertaruhkan nyawa demi berusaha untuk menyelamatkan anak tersebut. Namun sayang, justeru dia yang tertelan pusaran air yang sangat deras, dan hilang hingga tadi malam belum ditemukan.

Kepala Pos Basarnas Kayangan, Putu Sujarwadi mengatakan bahwa pihkanya turun setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat. “Lokasi hilangnya korban tidak terlalu dalam hanya sekitar dua meter,” katanya pada Radar Lombok.

Meski lokasi tempat hilangnya korban telah disisir oleh anggotanya, namun korban tak juga dapat ditemukan. Hingga kemudian menyusuri kali hingga ke hilir, namun tetap hasilnya nihil meski pencarian melibatkan puluhan orang dari berbagai unsur dan menyusuri kali. Hingga kemudian pencarian terpaksa dihentikan sementara, dan akan dilanjutkan besok pagi (hari ini, red).

Dihentikannya pencarian sementara waktu lantaran situasi gelap dan juga air kali masih cukup deras sampai dengan tadi malam. Sehingga dengan pertimbangan demi keamanan, pencarian dihentikan sementara waktu. “Melihat kondisi dan karakteristik kali, kami perkirakan korban masih tenggelam. Namun lantaran gelap, sehingga pencarian terpaksa kita hentikan sementara waktu,” imbuhnya.

Sementara Kapolres Lotim melalui Kapolsek Pringgabaya, Kompol Cecep Mulyadi saat dimintai keterangan membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan, bahwa pencarian dilakukan sampai dengan pukul 22.00 Wita tadi malam, namun belum membuahkan hasil. “Pencarian kita hentikan sementara waktu, dan besok akan kita lanjutkan kembali,” katanya.

Pencarian telah optimal dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen, bahkan hingga tengah malam. Namun hasilnya masih nihil, sehingga kemudian terpaksa dihentikan sementara waktu dan akan dilanjutkan pencarian keesokan harinya. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid