Warga Pesisir Lombok Timur Diminta Waspada Cuaca Buruk

Ilustrasi Cuaca Buruk
Ilustrasi Cuaca Buruk

SELONG — Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin meminta agar warga yang bermukim di wilayah pinggiran pantai untuk tetap waspada, terkait anomali cuaca yang terjadi di wilayah Lombok Timur.

Permintaan Wabup Lotim ini terkait dengan gelombang pasang yang sempat merendam puluhan rumah warga yang ada di dua kecamatan Lotim, yaitu Jerowaru dan Keruak. “Meski ini biasa, tapi masyarakat harus tetap waspada,” kata Warisin, Senin (4/11).

Dikatakan, fenomena air laut pasang yang terjadi di beberapa desa di dua kecamatan itu sama sekali tidak  menimbulkan kerusakan. Dan air laut yang merendam rumah warga juga tidak berlangsung lama.

Adanya kepanikan warga dianggap hal yang wajar, karena mereka mungkin trauma atas kejadian bencana banjir bandang yang telah terjadi di wilayah itu belum lama ini. “Tapi masyarakat sudah biasa menghadapi itu. Bahkan masyarakat juga sudah tau kapan air pasang itu datang,” sebutnya.

Kondisi cuaca yang terjadi, murini disebabkan faktor alam. Hal serupa tidak hanya dialami masyarakat pesisir pantai yang ada di Lotim saja, akan tetapi juga juga terjadi di beberapa daerah lainnya. “Cuaca seperti itu biasanya berlangsung lima sampai enam hari,” singkatnya.

Luapan air laut yang terjadi itu merupakan hal yang biasa terjadi, atau siklus tahunan. Meski demikian, masyarakat setempat resah dengan peristiwa ini.  Namun air yang naik ke pemukiman warga juga tidak seperti biasanya. Dimana  air dari laut naik secara perlahan-lahan, dengan volume air semakin lama semakin tinggi. Sehingga warga yang berada di pesisir pantai pun berhamburan keluar.

Di Kecamatan Jerowaru, daerah yang terkena dampak air pasang yakni Desa Ekas Buana, Desa Batu Nampar Selatan, dan Dusun Poton Bako. Namun dipastikan kejadian itu tidak sampai memakan korban. Hanya saja, barang berharga yang ada didalam rumah sempat terendam akibat genangan laut di rumah warga. (lie)