Warga Perumda Ditemukan Tewas Membusuk

MEMBUSUK : Pihak kepolisian memasukkan mayat I Made Meranggi (65), ke dalam kantung mayat (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG – Seorang warga Perumahan Daerah (Perumda) bagian utara yang masuk wilayah Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung ditemukan tewas membusuk di dalam rumahnya Rabu siang (8/7). Ia adalah I Made Meranggi (65), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Lobar.

Dari keterangan warga sekitar, mayat ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita di dapur rumah korban. Saksi yang menemukan adalah istri korban bernama Ni Ketut Ranis (54) dan salah seorang tukang bangunan yang bekerja di sebelah rumah korban atas nama Tohri (35).

Istri korban curiga karena korban tidak pernah menghubunginya selama seminggu. Sebaliknya, ketika dihubungi, korban juga tidak pernah mengangkat. Merasa ada yang aneh, istri korban pun berinisiatif datang ke rumahnya yang berada di Perumda Utara Desa Dasan Tapen Gerung. Sampai di rumah, istri korban melihat pintu samping rumah terbuka, sementara gerbang rumah terkunci.

[postingan number=3 tag=”tewas”]

Karena tak bisa masuk ke rumah, dia meminta tolong ke tukang, Tohri yang bekerja di samping rumah untuk melihatkan kondisi di dalam rumah. Tanpa pikir panjang, Tohri turun melalui bangunan di samping dengan melewati atap garasi. Didapatilah I Made Meranggi sudah terbujur kaku dengan bau menyengat.

Istri korban berteriak histeris begitu melihat suaminya sudah dalam keadaan membusuk. Dalam kondisi panik, istri korban menghubungi anak-anaknya untuk datang ke rumah. Ia juga menghubungi polisi.

Aparat Polsek Gerung yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Zacky Maghfur datang dan memasang garis polisi di TKP. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses otopsi.

Kapolsek Zacky mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan atas kejadian itu. Ia belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena dibunuh atau tidak. “Kita belum berani simpulkan, kami akan menunggu hasil pemeriksaan dari tim dokter untuk mendapatkan kesimpulan,” ungkapnya.

Termasuk juga berkaitan dengan luka di tubuh korban, belum berani disimpulkan apa penyebabnya. Diterangkan, kondisi tubuh korban juga sedang lunak, sehingga rentan muncul luka baru jika salah penanganan. “Yang jelas keluar darah pada bagian mulutnya. Dan memang umumnya seperti itu. (Yang meninggal lama akan mengeluarkan darah pada bagian mulut),” tegasnya.

Kepala Dusun Perumda Utara Lalu Mas’ud yang ditemui di lokasi mengatakan, korban memang memiliki rumah di Perumda Utara. Hanya saja, sampai saat ini belum terdata sebagai warga setempat karena ia tidak tinggal menetap. Korban merupakan warga Dusun Karang Anyar Desa Jembatan Kembar Lembar.(zul)