Warga Pegadungan Harapkan Listrik PLN

Warga Pegadungan Harapkan Listrik PLN
PLTD : Seorang pegawai yang sedang menunjukan jumlah baterai diesel untuk sumber tenaga listrik. Selain itu, ada juga menggunakan tenaga pembangkit tenaga listrik surya (PLTS). Dua jenis kelistrikan ini membantu masyarakat. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Warga Dusun Pegadungan Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan masih mengharapkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa masuk ke wilayah terpencil tersebut. Pasalnya, bantuan Pembangkit Listik Tenaga Diesel (PLTD) yang diberikan bersumber Kementerian ESDM belum bisa memberikan pelayanan penerangan lebih maksimal. “Kami belum bisa mendapatkan penerangan listrik lebih terang, cahaya bola lampu kami tidak terlalu terang, karena masih menggunakan swadaya,” keluh salah seorang bernama Ahmad saat ditemui Radar Lombok pada kegiatan monev, belum lama ini.

Dengan kondisi lampu yang redup, maka otomatis kekuatan untuk pekerjaan lainnya belum bisa memberikan dukungan terhadap pekerjaan masyarakat. Saat ini masih sebatas untuk bisa menyalakan lampu dan televisi. “Kalau pekerjaan lain yang lebih banyak membutuhkan listrik belum kuat. Untuk itu, kami masih tetap mengharapkan PLN harus masuk,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Transform NTB Suyono mengungkapkan, pihaknya menfasilitasi mendapatkan bantuan PLTD ini bersumber dari bantuan pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun 2017. Pekerjaan pembangunan tempat PLTD tuntas pada awal tahun 2018. Terkait kondisi lampu penerangan listrik masyarakat diakui saat ini masih mampu memenuhi 450 wat per kepala keluarga.

BACA JUGA :  Proyek PLN Sebabkan Jalan Berlubang

Kapasitas PLTD ini sebanyak 30 KW yang bisa mengalirkan listrik kepada 100 kepala keluarga. Bantuan ini merupakan keberlanjutan yang merupakan tetap masyarakat melakukan pemeliharaan PLTD tersebut. “Jadi, tetap masyarakat membayar atau iuran sebesar Rp 10 ribu per bulan untuk pemeliharaan ini, mereka harus pikirkan ini. Makanya kita sudah membentukan koperasi cahaya surya pegadungan yang bertugas mengelola,” jelasnya.

Diperjelas, yang diinginkan masyarakat adalah supaya listrik lebih banyak lagi sehingga bisa menggerakan ekonomi produktif. Sebab, dengan daya 450 watt itu sangat terbatas, solusinya adalah nanti akan menyambung dengan tiang listrik PLN. “Agar bisa masuk ke sini nanti kita akan jajaki. Sekarang ini berdiri sendiri,” terangnya.

Batas kemampuan PLTD ini, sambungnya, memiliki batas waktu selama 10 tahun paling lama mampu bertahan terdapat enam baterai. Oleh karenanya, masyarakat yang sudah mempunyai koperasi diharapkan bisa aktif dan terus bergerakan sesuai pembinaan yang telah diberikan. “Yang besar-besar itu paling lama bertahan 10 tahun,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengharapkan kepada masyarakat untuk sementara tetap bersabar dan menggunakan apa yang ada sembari pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan PLN. “Untuk sementara gunakan yang ada dulu, nanti kami di pemerintah akan terus berkomunikasi dengan PLN agar bisa masuk,” tandasnya singkat. (flo)