Warga Pagari Lahan Antara Aston Inn dan Pura

MATARAM – Warga nekat memagari lahan antara areal bangunan hotel Aston Inn Mataram dengan Pura Dalem Karang Jangkong. Warga masih menolak pemanfaatan lahan pura untuk areal parkir hotel hingga saat ini.

Pemagaran dilakukan menggunakan bambu yang memang sengaja dibawa oleh warga. Mereka mengaku terganggu beribadah dengan adanya aktivitas pembangunan hotel.

Nyoman Darma, Ketua Muda Mudi Hindu Darma yang menolak keberadaan hotel Aston Inn menegaskan, pemagaran dilakukan supaya pihak hotel tahu sampai mana batas lahan yang dimiliki.”Kita akan ukur ulang mana batas hotel dan pura,” ungkapnya kemarin.

Menurutnya, kesepakatan pemanfaatan lahan pura antara hotel dan pengurus pura tidak sah. Tempat ibadah ini merupakan milik masyarakat, bukan pengurus. “Ini masyarakat yang punya bukan punya pengurus pura,” tegasnya.

Keberadaam jendela hotel yang belum juga ditutup pihak hotel menjadi perhatian warga. Jendela hotel ditengarai akan mengganggu pelaksanaan ibadah. “ Dulu pihak hotel bilang tidak ada jendela, ternyata kenyataannya ada jendela,” ungkapnya.

Warga Hindu mengaku sangat terganggu sekali, terutama menganggu batas kesucian, sebab dalam pelaksanaan peribadatan ini tentunya ada hal-hal yan tidak boleh diketahui apalagi menjadi tontonan masyarakat umum. Misalnya ketika umat sedang melaksanakan Maturan (Ibadah), pihak lain tentunya tidak bisa denngan semaunya menonton karena itu mengganggu kekhusu'an.

Mereka sudah menyampaikan penolakan adanya jendela kamar hotel yang menghadap ke arah pura. Sehingga dulu pihak hotel mengatakan tidak ada jendela. Tetapi ternyata jendala kamar itu ada.(cr-zek/ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid