Warga Minta Ritel Modern Diawasi

Warga Minta Ritel Modern Diawasi
MINTA DIAWASI: Warga minta pemerintah mengawasi harga penjualan ritel modern jelang dan selama bulan puasa. (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Keberadaan ritel modern khususnya Alfamart dan Indomaret menjelang puasa harus diawasi.

Pasalnya, sejumlah harga kebutuhan pokok, jelang puasa semakin mencekik. Seperti yang diceritakan Amiruddin kepada Radar Lombok kemarin. Ia mengaku kalau harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan sejumlah kebutuhan lainnya merangkak naik drastis, terutama di Indomaret dan Alfamart.

Seperti Alfamart dan Indomaret yang ada di Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Harga minyak goreng yang semestinya sesuai harga eceran tertinggi  (HET) yang telah ditentukan pemerintah, yakni Rp 11.500 per kilogramnya. Namun, harga minyak goreng yang dijual Alfamart ataupun Indomaret malah di atas harga HET yang telah ditetapkan pemerintah. “Bayangkan saja harga promosi untuk minyak goreng merek Sovia saja untuk 1 kg Rp 14.275, sedangkan untuk harga di luar promosi tembus harga Rp 16.075 normal,” keluhnya.

Terkait hal itu, pihaknya selaku masyarakat kecil meminta kepada pemerintah untuk turun dan mengkroscek sejumlah harga kebutuhan pokok menjelang puasa. “Saya tidak berbicara harga di luar toko Indomaret dan Alfamart, namun di dua toko ini, untuk kebutuhan pokok seperti minyak sudah di atas kewajaran,” sebutnya.

Kenapa pihaknya menginginkan pemerintah melakukan kroscek terhadap harga, sebab bulan Ramadan sudah dekat dan tentunya kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan pokok bakal semakin tinggi. Untuk itulah sebelum puasa datang, baiknya pemerintah melakukan pemeriksaan harga.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Loteng H Saman mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah toko besar yang ada di Kota Praya. Toko-toko tersebut seperti Alfamart, Indomaret dan sejumlah toko besar lainnya. “Baik secara langsung dan bersurat kita sudah layangkan ke masing-masing pemilik toko, jika masih ada yang menjual di atas HET, maka kami akan tegur,” katanya.

Selanjutnya pertokoan yang ada di luar kota Praya, yang belum sempat diperiksa, pihaknya meminta untuk menjalani aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. “Jadi mohon kepada semua pemilik toko untuk mentaati aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, jangan merasa tidak pernah dikunjungi oleh Dinas Perdagangan, lalu memberlakukan harga diatas kewajaran,” pintanya. (cr-ap)