Warga Memaksa Masuk Kawasan Hutan Lagi

Warga Memaksa Masuk Kawasan Hutan Lagi
DATANGI : Puluhan warga yang sebelumnya telah keluar dari hutan lindung Jurangkoak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba kembali mendatangi kawasan hutan kemarin. Kondisi sempat tegang antara petugas TNGR dengan warga. (Ist for Radar Lombok)

SELONG-Meski sebelumnya tim gabungan dari Balai Taman Nasional  Gunung Rinjani ( TNGR), kepolisian , TNI,  Polhut dan unsur terkait lainnya telah turun melakukan penertiban kawasan Hutan lindung Jurangkoak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba beberapa minggu lalu, konflik di kawasan ini belum kunjung tuntas. Puluhan warga yang telah diusir kembali mendatangi kawasan itu Jumat (4/10). Mereka ingin menguasai lagi lahan yang mereka klaim sebagai tanah adat. Namun kedatangan warga langsung dicegat oleh petugas TNGR yang telah disiagakan sejak penertiban lalu. Situasi dilokasi berlangsung tegang antara petugas dan warga yang ingin nekat menerobos masuk kawasan hutan.

Kades Bebidas, Harmaen, ketika dikonfirmasi terkait masalah ini membenarkannya. Ada sejumlah warga yang datang. Mereka ingin menguasi lagi lahan itu. Dia mengaku heran sebab pada saat penertiban lalu tidak ada masalah. Bahkan warga secara sukarela keluar dari lahan itu. Namun setelah situasi mulai kondusif kembali muncul perlawanan dari warga. “Informasi saya dapatkan warga masih bertahan di sekitar kawasan,” terang Harmaen.

Munculnya perlawanan dari warga kata dia, diduga kuat karena ada oknum provokator yang menghasut. Karenanya pihak terkait diminta segar menyikapi masalah ini. Terutama mencari aktor utama yang memprovokasi warga. Dia mengaku prihatin jangan sampai warga yang menjadi korban  oleh kepentingan oknum tertentu. “Selama oknum ini belum dijerat hukum, mereka akan terus lakukan upaya apapun. Bahkan sampai warga yang diikorbankan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Seksi Wilayah II TNGR Rio Wibawanto juga membenarkan adanya perlawanan warga yang ingin kembali masuk ke lahan itu. Bahkan di lokasi sempat terjadi ketegangan antar petugas yang berjaga dengan warga. Namun Rio sendiri tidak menjelaskan seperti apa kondisi terakhir ditempat itu. Mengingat pihaknya masih mengumpulkan laporan dan koordinasi degan PLT Kepala BTNGR.”Laporan yang kami terima kami sampaikan langsung ke Plt. Kalau lebih jelas bisa ditanya ke Plt,” sarannya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Pusruma mengaku belum menerima laporan terkait kondisi di lahan hutan lindung Jurangkoak yang kembali memanas.”Baru saya dapat infonya. Karena belum ada laporan dari Polsek,” singkatnya.(lie)