Warga Masbagik Ditemukan Tewas di Hutan

SELONG—Ruhmin alias Inaq Wati, 45 tahun, warga Karang Bangket, Desa Masbagik Utara, Masbagik, ditemukan warga telah menjadi mayat di lahan hutan kawasan Gunung Malang, Desa Gunung Malang, Pringgabaya, Lotim, Senin (19/7).

Jenazah ditemukan pertama kali oleh Murji alias Amaq Zain, warga Leper, saat akan menggarap lahannya yang berada di kawasan hutan garapan masyarakat di bawah kaki Gunung Malang, dengan kondisi perut membengkak dan sekujur tubuhnya telah dikerubungi semut.

Korban yang merupakan janda asal Desa Masbagik Utara ini diperkirakan meninggal akibat kelaparan dan kelelahan, lantaran tersesat dan masuk kawasan hutan.

Menurut keterangan keluarganya, korban telah dicari kemana-mana sejak seminggu lalu, saat pertama kali meninggalkan rumahnya di Masbagik. “Kayaknya dia tersesat tidak tahu jalan, sehingga masuk hutan dan tidak tahu jalan keluar,” kata putri sulungnya, Wati.

Wati yang tinggal di Sandubaya, Labuhan Lombok mengaku jika ibunya biasa datang menjenguk keluarganya di Perelenan, Desa Labuhan Lombok. Namun diperkirakan salah turun, sehingga ibunya kelolosan sampai ke Gunung Malang, dan kemudian tersesat masuk kawasan hutan, serta tidak tahu jalan menuju rumah keluarga di Labuhan Lombok.

Masih menurut Wati, bahwa ibunya sering berkunjung ke rumah neneknya (bibi dari ibunya) yang tinggal di Perelenan, Labuhan Lombok. “Terakhir datang ke rumah bibinya pada bulan puasa lalu,” jelasnya.

Karena sudah terbiasa berkunjung ke Perelenan, sehingga saat pertama kali dikhabarkan hilang, Wati kemudian langsung menuju Perelenan dan menanyakan korban, namun ternyata tidak ada.

Sementara petugas medis Puskesmas Labuhan Lombok, dr Arafik mengatakan jika korban diperkirakan meninggal sekitar enam jam sebelum ditemukan pertama kali sekitar pukul 07.00 Wita. Saat ditanya dugaan penyebab meninggalnya korban, diperkirakan akibat kelelahan dan kelaparan.

Memang pada bagian perut terjadi pembengkakan, namun dikatakan kemungkinan bukan itu sebab korban meninggal. “Dari hasil USG yang kami lakukan, korban mengidap tumor kandungan (mium). Namun dugaan kami bukan ini sebab meninggalnya korban,” jelasnya.

Selain bekas gigitan semut, dikatakan tidak ada bekas luka atau lecet serta memar. Sehingga diperkirakan jika korban yang memang agak stress setelah ditinggal kawin suaminya ini kemudian meninggal akibat kelelahan dan kelaparan.

Kapolres Lotim melalui Kapolsek Pringgabaya, Kompol Ahmad Sutarman saat dikonfirmasi Radar Lombok kemarin membenarkan hal tersebut. “Kita langsung ke TKP, dan kemudian dari hasil olah TKP tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Awalnya tidak ada warga yang mengenali korban, hingga kemudian dievakuasi ke Puskesmas Labuhan Lombok. Namun saat sampai di Puskesmas, ada warga yang mengakui jika itu keluarga mereka, hingga kemudian diserahkan ke keluarganya. Sebelumnya hendak di bawa ke RSU Selong, tapi kemudian batal karena ada keluarga. Saat ditawari dilakukan otopsi, keluarga menolak, hingga kemudian diserahkan ke keluarganya untuk di bawa pulang ke Masbagik. (lal)