Warga Lombok ini Senang Biaya Persalinannya Ditanggung JKN-KIS

SELONG–Kehamilan merupakan hal yang paling dinanti oleh pasangan suami istri, mempunyai anak menjadi pelengkap dalam hubungan rumah tangga. Anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, bagi sebagian orang terkadang biaya persalinan menjadi salah satu momok persoalan yang dikhawatirkan. Setelah kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hal ini tidak menjadi kekhawatiran, seperti halnya kebahagiaan yang menyelimuti keluarga Astina Susilawati (24) yang kini telah dikaruniai anak kedua. Saat ditemui tim Jamkesnews, Astina menceritakan rasa bahagianya karena dikaruniai anak kedua.

“Saya adalah peserta JKN-KIS yang dibiayai pemerintah, saya mulai menggunakan BPJS (JKN-KIS-red) sejak melahirkan anak pertama, tidak ada biaya sama sekali,” ujar Astina.

BACA JUGA :  Aplikasi Mobile JKN Mudahkan Pelayanan ke Peserta, Bisa Ubah Faskes Juga

Lebih lanjut, Astina menceritakan bahwa dulu ia melahirkan anak pertama di rumah sakit dengan rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menggunakan JKN-KIS untuk jaminan persalinan pertamanya, ia menceritakan bahwa dirinya dilayani seperti pasien umum lainnya tanpa biaya sepeserpun.

“Anak pertama saya dulu lahir di Rumah Sakit dan itu menggunakan JKN-KIS sebagai penjaminnya, kini anak kedua saya lahir di Puskesmas juga menggunakan JKN-KIS sebagai penjaminnya. Saya ke puskesmas jam 10 malam dan saat itu dan allhamdulillah anak saya lahir jam 11 malam. Saya langsung dilayani seperti pasien lainnya walaupun menggunakan JKN-KIS yang dibiayai pemerintah,” cerita Astina.

BACA JUGA :  Pemeriksaan Kehamilan Lisa Dijamin JKN-KIS, Ini Caranya

Astina juga menceritakan bahwa ia sangat puas dan merasa tenang karena telah menjadi peserta JKN-KIS.

Ye tenang idap ku mun arak bpjs (Merasa tenang karena ada BPJS-red), karena tidak ada biaya yang dibayarkan lagi dari persalinan, pemeriksaan bayi, cek laboratorium dan tebus obat juga gratis. Apalagi sekarang masa pandemi, penghasilan makin sulit,” ujar Astina.

Di akhir perjumpaan, Astina berharap agar BPJS Kesehatan semakin maju karena banyak yang merasa terbantu karena kehadiran Program JKN-KIS ini.

“Semoga BPJS Kesehatan selalu ada dan semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya,” tutup Astina. (dh/ay)