Warga Lombok Barat Masih Khawatirkan Gempa Susulan

Warga Lombok Barat Masih Khawatirkan Gempa Susulan
SALAT : Jamaah salat Idul Adha yang merupakan para pengungsi di Batulayar khusyuk menyimak khatib menyampaikan khutbah. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Warga Lombok Barat masih mengkhawatirkan terjadinya gempa susulan setelah gempa 6,9 SR yang terjadi pada Minggu (19/8) lalu. Dari pantauan koran ini, warga masih belum berani tidur di dalam rumah. Mereka memilih mendirikan tenda di depan rumah, pinggir jalan dan lapangan. Karena khawatir gempa pula, pelaksanaan salat idul adha dilaksanakan di tanah lapang, tidak di dalam masjid.

Pantauan koran ini di beberapa lokasi kemarin, salat Idul Adha dilaksanakan secara sederhana. Ada yang digelar di halaman sekolah, di lapangan umum hingga di tengah sawah.

BACA JUGA: Catatan Hari Minggu Untuk Tragedi Gempa Lombok

Di Dusun Pohdodol Desa Bajur misalnya, salat dilaksanakan di tengah sawah. Mereka khawatir gempa datang lagi saat ibadah sedang berlangsung.

Di Dusun Midang Gunung Sari, salat Idul Adha dilaksanakan di halaman SDN 1 Midang. Sekolah ini berada di pinggir jalan. Sementara itu di lapangan kantor Camat Gunung Sari, salat dihadiri para pengungsi. Camat Gunung Sari H. Rusni menyampaikan hari raya Idul Adha tahun ini dipenuhi dengan pengorbanan. Masyarakat sudah mengawalinya dengan berkurban yakni berkurban harta benda mereka karena diguncang gempa.”Sebelum hari raya, kita sudah lebih dulu berkurban,” ungkapnya mengingatkan warga yang hadir.

Ia mengajak warga introspeksi diri untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah. Ia berharap bencana segera berlalu. Pengungsi yang ada di kantor camat ini berasal dari dua kecamatan yakni Batu Layar dan Gunung Sari. Ia berharap masyarakat yang ada di pengungsian ini mengikuti salat taubat yang akan digelar oleh Pemda Lombok Barat pada hari ini.” Setelah salat, kita berzikir dan berdoa,” ungkapnya.

Yang bertindak selaku imam H. Syar’i. Sedangkan yang bertindak selaku khatib H.Subki. Dalam khutbahnya, khatib mengajak semua masyarakat yang hadir untuk meneladani keluarga Nabi Ibrahim. Mereka adalah adalah contoh hamba Allah yang taat dan bertakwa yang mengorbakan jiwa raga untuk mendekatkan diri kepada Allah.” Mari kita teladani kehidupan Nabi Ibrahim dan Ismail,” ungkapnya.

BACA JUGA: TGB Berikan Nama Bayi di Pengungsian

Khatib mengajak hadirin untuk mengambil hikmah agar semakin mendekat ke Allah. Bencana adalah bentuk teguran karena Allah sayang sama hamba-Nya.” Mari kita ambil hikmah dan kembali ke jalan Allah SWT,” ajaknya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut