Warga Kuta Sandera Truk Material ITDC

Warga Kuta Sandera Truk Material ITDC
DISANDERA: Inilah dum truk milik Sinar Bali yang disandera warga selama tiga jam.( SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Puluhan warga Desa Kuta Kecamatan Pujut menyandera belasan dam truk milik PT Sinar Bali, akhir pekan lalu.

Panyanderaan dam truk yang mengangkut material PT Indonesia Tourism Depelovment Corporation (ITDC) ini buntut dari kekecewaan warga. Mereka tidak diakomodir untuk ikut PT Sinar Bali selaku perusahaan pemborong material. Sehingga membuat warga gerah karena hanya menjadi penonton.

Karenanya, warga langsung turun tangan dan menyandera sekitar 15 dam truk milik PT Sinar Bali. Namun, penyanderaan ini tak berlangsung lama, hanya tiga jam. Ini setelah pihak terkait melakukan negosiasi dengan warga setempat. “Kami menghadang bukan ingin menggagalkan proyek ini. Kami hanya ingin warga kami diberdayakan PT Sinar Bali,” ungkap pimpinan aksi, H Agus Salim.

Selama pengangkutan dan penggalian yang dilakukan oleh PT Sinar Bali, justru memilih memberdayakan masyarakat luar Desa Kuta. Sehingga hal inilah yang membuat masyarakat Desa Kuta tidak terima.

Selain itu sopir dum truk juga berasal dari luar Kecamatan Pujut. Padahal, di Desa Kuta sendiri, masyarakatnya sudah banyak yang bisa menjadi sopir. Sehingga masyarakat terkesan hanya menjadi penonton di desa sendiri. “Kami tidak sombong, rata-rata masyarakat di Desa Kuta sudah banyak yang jadi sopir dan warga juga masih sangat butuh pekerjaan. Kenapa PT Sinar Bali tidak memberdayakan masyarakat setempat,” tanyanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Amaq Henky, menjadi penonton ketika proyek pembangunan di depan mata, itu bukan sebuah hal yang enak dilihat. Sebab pihaknya bersama masyarakat juga membutuhkan lapangan pekerjaan.

Hal ini, sesekali membuat hatinya sakit, sehingga pihaknya bersama masyarakat sepakat untuk melakukan pemberhentian dan menyandera truk dum, sebelum adanya kesepakatan. “Yang namanya diam tidak bekerja itu menyakitkan. Makanya kami ini kepingin sekali dilibatkan, lebihnya lagi proyek ini di depan mata,” kesalnya.

Sementara itu perwakilan PT Sinar Bali, Purna mengaku, pihaknya hanya melaksanakan tugas di lapangan. Sehingga pihaknya tidak mengerti atau tahu menahu dengan kondisi di bawah. Ketika dalam proyek ini ada yang merasa terzalimi, pihaknya akan melaporkannya ke atasan.

Selanjutnya terkait dengan tuntutan, pihaknya juga akan menyampaikan ke atasannya, sehingga pihaknya meminta berikan waktu untuk melaporkan persoalan ini. “Berikan saya waktu untuk berkonsultasi dulu dengan pimpinan. Nanti bagaimana hasilnya akan saya sampaikan, sebab saya juga punya pimpinan dan saya ditugaskan bekerja di tempat ini,” terangnya.

Informasi yang diserap Radar Lombok, terhitung dari pukul 10.00-14.00 Wita, proses mediasi antara masyarakat dengan pihak PT Sinar Bali belum klar. Sehingga kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan sementara waktu segala bentuk aktivitas PT Sinar Bali.

Selanjutnya material yang sudah terlanjur dibawa oleh 15 dum truk, warga memberikan izin untuk menumpahkan di sekitar lokasi proyek. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid