Warga KSB Demo Polda

MATARAM-Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Mahasiswa Samawa (AGM2S) berunjuk rasa di depan Polda NTB, Kamis kemarin (2/6).

 Massa medesak Polda NTB mengusut sejumlah kasus  dugaan korupsi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Diantaranya kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan bendahara Dikpora KSB tahun 2012 sebesar Rp 700 juta, serta meminta Polda untuk melakukan audit khusus Dana Alokasi Khusus (DAK) KSB senilai Rp 14 miliar.   Tidak hanya itu, mereka juga menuntut  Polda segera menyelidiki dana hibah dan bansos KSB senilai Rp 38 miliar yang diduga tidak dilengkapi Proposal dan SP2D tahun 2014 hingga 2015. ''Kami menuntut keseriusan Polda mengusut kasus-kasus korupsi di KSB,'' kata  koordinator lapangan Irvan Zulfahmi

 Massa mengancam, jika polisi  tidak segera melakukan pengusutan maka mereka mengancam akan membawa lebih banyak lagi warga KSB untuk berunjuk rasa. “Kami rela datang dari KSB menuju Mataram ini hanya untuk menyampaikan aspirasi, karena kami sangat capek menunggu proses penyelidikan yang sebelumnya dijanjikan oleh Polda NTB. Sementara, kasus-kasus di KSB saat ini cukup banyak. Ditambah dengan kasus-kasus lainnya yang sampai saat ini belum tuntas,'' tambah  Irvan Zulfahmi.

 Selanjutnya, massa aksi yang terdiri dari masyarakat KSB dan mahasiswa ini meminta Polda NTB mengusut juga kasus-kasus lain yang terus berkembang. Menurut mereka, selama ini Polres KSB itu tidak becus menangani kasus yang ada.

“Perlu kami sampaikan, selama ini ada juga kasus lain yang belum dituntaskan  ditangani oleh jajaran polisi yang ada di KSB. Sementara, kami sangat mengharapkan perlindungan hukum seperti itu, “ tegas Irvan.

 Lama berorasi di depan Mapolda, akhirnya perwakilan dari massa dipersilahkan masuk oleh pejabat Polda untuk melakukan dialog. Dari hasil pertemuan itu, Polda berjanji akan  segera menindaklanjuti kasus-kasus yang dituntut oleh massa aksi saat ini. (cr-zek)

BACA JUGA :  Bantuan Belum Cair, KSB Berhasil Bangun Ratusan Rumah