Warga Kembali Blokir Jalan Menuju TPA

BLOKIR : Warga kembali memblokir jalan yang menuju TPA Kebon Kongok kemarin. Diantaranya mereka menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak (HERY/RADAR LOMBOK )

GIRI MENANG – Warga Desa Lelede Kecamatan Kediri kembali memblokir jalan menuju TPA Kebon Kongok. Jalan yang diblokir adalah juga jalan menuju Desa Wisata Banyu Mulek Kecamatan Kediri.

Pemblokiran jalan dilakukan sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu (21/9). Warga meminta kepastian jadwal pengaspalan jalan ini. Pemblokiran pertama mereka lakukan beberapa bulan lalu. Mereka memprotes kondisi jalan yang rusak parak akibat lalu lalang kendaraan pengangkut sampah yang menuju TPA Kebon Kongok Kecamatan Gerung. TPA Kebon Kongok adalah muara sampah yang berasal dari Lombok Barat dan Kota Mataram.

Berdasarkan informasi yang diterima warga, pengaspalan menggunakan dana hibah Pemkot Mataram akan dilaksanakan pada bulan ini. Namun hingga menjelang akhir bulan tanda-tanda pengaspalan tidak tampak.” Warga ini menuntut kepastian kapan pelaksanaan pengaspalan. Karena Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat telah mengumbar janji akan melaksanakannya pada bulan ini lewat APBD-P. Warga bertanya-tanya kok sampai akhir September belum ada eksekusinya,” ungkap Kepala Desa Lelede, Supardi, di lokasi pemblokiran jalan kemarin.

Ia meminta semua pihak memahami langkah yang diambil warga sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Panjang jalan yang rusak yang diblokir warga sekitar 100 meter. Karena sudah tiba musim hujan, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Banyak wisatawan yang awalnya hendak menuju Desa Wisata Banyumulek, mengurungkan niat karena melihat kondisi jalan yang buruk. Banyak terdapat genangan air yang apabila dilalui kendaraan, airnya menciprati pengguna jalan lainnya. Kondisi ini diperparah oleh bau busuk yang datang dari kendaraan pengangkut sampah.

Pihak desa pernah meminta pemerintah daerah menimbun bagian-bagian jalan yang berlubang untuk sementara waktu. Warga bertekat tidak akan membuka blokir sebelum ada kepastian perbaikan jalan. “ Kami tetap menuntut agar segera diperbaiki,” tegasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lombok Barat Made Arthadinata menerangkan,  pengaspalan diperkirakan dimulai pada pertengahan November mendatang. Dana saat ini yang terkumpul baru Rp 10 miliar bersumber dari APB-P NTB Rp 3,5 miliar, APBD Kota Mataram Rp 2,5 miliar dan APBD Lombok Barat senilai Rp 4 miliar. Proyek akan ditender lewat Unit Layanan Pembangunan (ULP). Proses tender membutuhkan waktu sebulan. “Untuk sementara ini Sirtu (penambahan pasir dan batu). Saat ini kita sudah turunkan material dan alat berat,” ungkapnya.

Pihaknya berjanji akan berupaya menuntaskan proyek ini pada tahun ini. Ia meminta warga bersabar dan memaklumi proses yang ada. “ Panjang yang akan diperbaiki hampir 5 kilometer, sehingga waktunya diupayakan akan bisa 1,5 bulan,” jelasnya.(flo)