Warga Kecewa Minyak Goreng Murah Tak Ada di KLU

MURAH: Warga Mataram menyerbu retail modern untuk mendapatkan minyak goreng murah Rp 14 ribu per liter. (DOK/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum bisa membeli minyak goreng murah Rp 14 ribu per liter, seperti di kabupaten/kota lain di NTB.

Alasannya, di KLU tidak ada retail modern seperti Alfamart dan Indomaret. Dua retail modern ini bekerja sama dengan pemerintah pusat menjual minyak goreng subsidi itu. “Kita kesulitan mencari harga minyak murah seperti di daerah lain yang memang retail modernnya ada, seperti Alfamart maupun Indomaret. Suka tidak suka kita harus menerimanya, namun harga yang harus kita hadapi itu sangat tinggi,” ungkap Icah, salah seorang ibu rumah tangga di Tanjung, Minggu (23/1).

Ditambahkan Lestari, ibu rumah tangga lainnya di Tanjung, mengatakan, harga minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir melambung tinggi. Meski ada kebijakan Presiden menurunkannya melalui retail modern, namun tidak berlaku di KLU. “Kalaupun kita harus mencari ke daerah lain yang ada retail modernnya sama saja bohong karena menambah biaya juga. Itupun kalau kita kebagian,” katanya.

BACA JUGA :  Pengklaim Lahan KEK Mandalika Keok

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) KLU Rama Kuswandaru mengaku miris di tengah kondisi harga minyak goreng yang turun, namun justru tak dirasakan oleh warga KLU. Seharusnya ada antisipasi dari pemda. “Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), telah menyiapkan dana sebesar Rp 7,6 triliun. Itu digunakan untuk membiayai penyediaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 juta liter per bulan atau Rp 1,5 miliar liter selama enam bulan,” ungkapnya.

Rama sendiri tidak menganjurkan pemda mengizinkan retail modern berdiri di KLU, namun setidaknya pemda mencermati manfaat dari keberadaan retail modern itu juga. “Saya bukan menganjurkan, tapi retail modern itu ada manfaatnya seperti kebijakan pusat saat ini,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kerap Ditagih Jadup, Artadi: Itu Bukan Janji Kampanye

Sementara itu, Kasi Pengawasan Pengembangan dan Perdagangan (P3) pada Bidang Perdagangan Diskoperidag KLU, Prihatin mengaku dilematis dengan kondisi saat ini. Pasalnya, penurunan harga itu berlaku pada retail modern saja, namun tidak di pasaran.

Retail modern di KLU tidak ada seperti Alfamart dan Indomaret, yang menyalurkan minyak goreng subsidi seharga Rp 14 ribu per liter. Namun hal ini akan dikomunikasikan dengan provisi agar bisa dikerjasamakan dengan ritel yang ada. “Memang kalau berbicara ritel modern, minim dia di KLU, ada tapi tidak banyak,” ungkapnya.

Untuk diketahui, minyak goreng di pasaran KLU saat ini masih mahal, kisaran Rp 20-23 ribu per liter. Tidak seperti di Mataram dan lainnya yang bisa merasakan harga Rp 14 ribu. (flo)