Warga Jurit Baru Ditemukan Tewas Membusuk

TEWAS : Warga Desa Timbanuh Kecamatan Pringgasela digegerkan dengan penemuan mayat dalam kondisi sudah membusuk di kebun Senin (21/11) sekitar pukul 13.00 wita. (Ist/Radar Lombok)

SELONG – Warga Desa Timbanuh Kecamatan Pringgasela digegerkan dengan mayat dalam kondisi sudah membusuk yang ditemukan di sebuah kebun, Senin (21/11) sekitar pukul 13.00 wita. Mayat tersebut diketahui bernama Inaq Rohan (70), warga Dusun Mekar Sari Desa Jurit Baru Kecamatan  Pringgasela.

Mayat pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga setempat yang ketika itu akan menebang pohon pisang. Ia mencium bau busuk. Kejadian ini akhirnya disampaikan ke warga lainnya. Selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Polsek Pringgasela bersama dengan tim Inafis Polres Lombok Timur ke lokasi untuk menggelar oleh TKP termasuk mengevakuasi mayat korban.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Nicolas Oesman, membenarkan terkait penemuan mayat ini. Kronologis kejadian bermula ketika warga atau saksi atas nama Inaq Tini hendak menebang pohon pisang. Saksi tersebut kemudian mencium bau busuk. “Setelah mencium bau busuk saksi selanjutnya melaporkan kepada Amaq Inun yang saat itu sedang menyabit rumput di sekitar TKP,” tuturnya.

Baca Juga :  Kantor PPP Lotim Dirusak, Pengurus Diteror

Setelah itu kedua saksi tersebut kembali ke TKP untuk memastikan bau yang busuk tersebut.  Mereka kaget ternyata bau busuk itu adalah mayat.”Setelah memastikan bahwa itu mayat manusia, kedua saksi bergegas melaporkan kepada masyarakat sekitar yang kemudian dilaporkan juga ke Polsek Pringgasela,” imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan, terungkap jika korban ini adalah orang tua dari salah satu saksi yang pertama kali menemukan mayat korban. Dan korban  sendiri ternyata telah meninggalkan rumah sejak sekitar sebulan lalu.” Saksi mengenal mayat korban dari baju yang dipakai. Bahkan baju yang dipakai korban itu  adalah miliknya sendiri,” imbuh Nicolas.

Baca Juga :  Tersangka Kasus Alsintan Membantah Terlibat

Saksi melihat korban terakhir kali yaitu sekitar satu bulan yang lalu. Dimana korban ini memang sering pergi meninggalkan rumah dengan berjalan kaki karena korban mengalami gangguan kejiwaan.”Pihak keluarga tidak berkeberatan atas kejadian tersebut dan sudah mengganggap sebagai musibah. Setelah itu mayat korban kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutupnya.(lie)

Komentar Anda