Warga Jorong Permai Tuntut Penutupan Kolam

Warga Jorong Permai Tuntut Penutupan Kolam
KOLAM : Lokasi kolam dan parkiran di Perumahan Jorong Permai yang menuai protes warga setempat.(Jalal/Radar Lombok)
Advertisement

SELONG-Sejumlah warga yang ada di Perumahan Jorong Permai Kelurahan
Jorong Kecamatan Selong keberatan dengan adanya penggalian
kolam yang mepet dengan areal rumah mereka. Atas penggalian yang dianggap tidak melibatkan mereka itu, warga mengadukan hal tersebut ke kepolisian.“ Sejak awal pemilik kolam tidak memiliki itikad baik dengan warga,
padahal jika kita diajak musyawarah sebelum diadakan penggalian
mungkin tidak akan ribut seperti ini,” kata juru bicara warga, Bombi, didampingi beberapa warga lainnya kemarin.

Penggalian dilakukan menggunakan alat berat, banyak warga terganggu akibat getaran
alat berat ini, terutama efek debunya.“Intinya kami menuntut agar lokasi ini ditutup sementara hingga
persoalan klir dengan warga,” tegasnya. Ditambahkan, pemilik
kolam yang sekaligus merupakan pengembang Perumahan Jorong semestinya
memberikan jaminan keamanan dan ketenteraman bagi warga perumahan.
Namun justru aktivitas yang dilakukan dengan menggali lahan dianggap meresahkan warga.“Bagaimana tidak resah, rumah warga digali sedalam tiga meter lebih
dan mepet sekali dengan tembok rumah hanya sekitar setengah meter. Jika terjadi gempa dan rumah warga longsor dan roboh tentu akan sangat
merugikan warga. Ini yang membuat warga resah,” ungkapnya. Warga mengaku beberapa kali mengundang pemilik kolam untuk mediasi akan tetapi
tidak pernah mau datang.
Sementara itu H. Umar Had, pemilik kolam yang berlokasi di lingkungan
Perumahan Jorong saat ditemui Radar Lombok membantah pihaknya
tidak pernah mau bertemu dengan warga.“ Intinya saya mau mediasi jika melibatkan seluruh warga, jangan hanya
kelompok-kelompok itu saja,” katanya.
Berkaitan dengan mediasi yang diinginkan warga, ia mengaku siap selama hal tersebut melibatkan seluruh unsur, termasuk
melibatkan seluruh warga, pemerintahan, Polmas dan pihak terkait
lainnya. “Sebenarnya penggalian ini telah tuntas, tinggal kita akan
melakukan pemasangan talud. Sehingga dengan pemasangan talut ini
sebenarnya warga tidak perlu resah karena akan aman,” imbuhnya.(lal)