Warga Jerowaru Geger Penemuan Mayat Orok Bayi

OLAH TKP: Aparat Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan mayat orok bayi yang telah membusuk. Insert: Tampak mayat orok bayi (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Pagi-pagi masyarakat Dusun Kerong, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, digegerkan oleh penemuan mayat orok bayi berjenis kelamin perempuan yang di taruh di atas pematang sawah.

Mayat orok bayi tesebut ditemukan pertama kali oleh Inaq Samsul Hadi yang  merupakan pemilik sawah ketika hendak ke sawahya. Melihat pemandangan yang cukup mengerikan itu, dimana kondisi tubuh bayi telungkup, dengan kepala terpisah dari tubuhnya berjarak sekitar 2 meter. Inaq Samsul Hadi pun langsung tergopoh-gopoh memanggil masyarakat, yang langsung datang, seraya menunggu pihak kepolisian datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut penuturan Inaq Samsul Hadi kepada Radar Lombok, terakhir ke sawah pada hari Minggu lalu, mulai dari berangkat hingga pulang kembali ke rumah dia tidak melihat ada mayat orok bayi. Namun ketika pada Senin kemarin (9/1), pada saat membersihkan pematang sawah, tiba-tiba menemukan bayi yang sudah mulai membusuk.

“Saya kan setiap hari ke sawah untuk melihat padi saya. Namun kemarin saya tidak menemukan adanya mayat bayi. Makanya saya tadi teriak minta tolong,” jelasnya.

[postingan number=3 tag=”mayat”]

Sementara itu, Kapolres Lotim melalui Kapolsek Jerowaru, Ipda Arif Budiman membenarkan kejadian ini. Namun pihaknya belum bisa memastikan berapa umur dari mayat orok bayi yang ditemukan sudah mulai membusuk tersebut.

Guna kepentingan penyelidikan terhadap siapa pelaku yang tega melakukan pembuangan bayi yang tidak berdosa ini, maka pihaknya kemudian membawa jenazah bayi itu ke Puskesmas Desa Sukaraja. “Jadi saya belum bisa memastikan berapa umur bayi, dan penyebab dari kematian sang bayi malang ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Sukaraja, H. Sejarah mengatakan mayat bayi yang ditemukan oleh warga di atas pematang sawah itu diperkirakan meninggal dunia sejak 2 atau 3 hari yang lalu, dengan kondisi kepala terpisah dan tali pusat sudah tidak ada.

Akan tetapi sambungnya, untuk menentukan apakah bayi meninggal seusai dilahirkan atau tidak, masih harus menunggu hasil otopsi dari tim identifikasi. Hanya saja belum ditemukan adanya tanda-tanda aksi kekerasan terhadap bayi malang tersebut. ”Apakah dia dicekik atau gimana, kita belum bisa memastikan. Kita juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya. (cr-wan)