Warga Gili Meno Dukung Pembangunan Hotel PT Bask, Jamin Mangrove Lestari

PETISI: Warga Gili Meno memperlihatkan tanda tangan petisi mendukung pembangunan hotel oleh PT Bask. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Warga Gili Meno, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang menandatangani petisi dukungan terhadap pembangunan hotel PT Bask yang berlokasi di sekitar area Danau Gili Meno, Sabtu (5/3).

Petisi tersebut ditandatangani lantaran adanya oknum-oknum yang mengatasnamakan Warga Gili Meno menolak pembangunan hotel PT Bask, karena perusakan mangrove di sekitar danau itu.

“Kami berkomitmen dan menjamin tidak ada mangrove yang dirusak oleh adanya pembangunan hotel tersebut, bahkan sebaliknya akan ditambah kembali. Selain itu dengan adanya pembangunan itu masyarakat menjadi terbantu ekonominya. Terlebih di tengah kondisi pariwisata kita yang sepi sekarang ini,” ungkap Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gili Indah, Zakaria.

Menurut penuturan ketua lembaga penampung aspirasi warga itu, tidak ada yang salah dengan pembangunan hotel yang dituding merusak mangrove danau. Apalagi lahan yang digunakan membangun adalah lahan mereka sendiri.

Adapun terkait penebangan mangrove, memang benar, karena di lahan tempat membangun itu tumbuh mangrove. Namun tentu pada 3 hektare lahan tempat membangun itu, tidak semua ditebangi mangrove-nya. Hanya lokasi yang terdapat pada gambar bangunan saja. “Jadi isu negatif terkait perusakan lingkungan itu menurut saya adalah hoaks alias berita bohong,” tegasnya.

BACA JUGA :  Ciuman "Ekstrem" Ria Ricis di Perairan Gili Meno

Jumlah warga Gili Meno sekitar 250 jiwa. Adapun yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja pada pembangunan hotel itu sekitar 90 persen. Rata-rata sebagai buruh di sana. Bahkan ada ibu rumah tangga yang turut bekerja dari pembangunan hotel itu. “Kita tidak ingin muncul isu negatif kemudian berdampak pada mata pencaharian masyarakat kami di Gili Meno. Untuk itulah alasan kami masyarakat Gili Meno kemudian membuat petisi bahwa mendukung pembangunan hotel PT Bask di Gili Meno. Petisi ini akan kami sampaikan juga ke Pemkab Lombok Utara,” jelasnya.

Sementara itu, Kadus Gili Meno Masrun menambahkan, dalam proses pembangunan, warga menjamin pohon mangrove di sekitaran danau aman dan tidak dirusak. Terlebih pihak perusahaan telah berkomitmen dengan masyarakat. Adapun beberapa pohon yang ditebang itu tidak berada di kawasan danau melainkan di lokasi perusahaan sendiri. Jumlahnya juga tidak seberapa dan yang pastinya akan diganti dengan yang baru lagi.

BACA JUGA :  Ciuman "Ekstrem" Ria Ricis di Perairan Gili Meno

“Kami bersama kelompok Meno Lestari juga telah membuka FGD terkait pelestarian pohon mangrove yang ada di danau. Pemkab juga mendukung kami karena ribuan mangrove akan kita tanam kembali artinya diperbanyak kembali bukan dihilangkan seperti tudingan oknum-oknum yang mengatasnamakan masyarakat Gili Meno,” tambahnya.

Alasan mendukung juga bahwa pihak perusahaan telah menghibahkan sekitar 14 are lahannya untuk tempat berkreasi di sekitaran danau. Selain itu, perusahaan juga telah mengibahkan lahan untuk jalan lingkar di pinggir danau. “Lalu masyarakat mana yang kemudian dijadikan alasan untuk tidak mendukung pembangunan hotel itu?” tanyanya.

Sementara itu masyarakat setempat, Salman juga menyuarakan dukungan atas pembangunan hotel ini. “Kita sepakat tanda tangani petisi bersama ratusan warga untuk menjamin bahwa tidak ada pohon mangrove yang dirusak di area danau. Tidak ada perusakan lingkungan juga seperti yang disangkakan oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan masyarakat Gili Meno,” katanya. (flo)