Warga Gili Meno Dijatah Dua Galon Air Sehari

AMBIL: Anak-anak Gili Meno mengambil jatah air bersih dengan galon, Sabtu (6/7). (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pengangkutan air bersih ke Gili Meno menggunakan kapal tongkang oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih terus berjalan.

Hal ini sebagai solusi jangka pendek karena tak adanya penyaluran air bersih beberapa pekan terakhir dari PT Berkat Air Laut (BAL), akibat tersandung hukum dalam perizinan pengeboran air tanah di Gili. Sementara untuk jangka panjangnya, nanti PT Tiara Citra Nirwana (TCN) akan membangun instalasi pengolahan air laut menjadi air tawar di sana.

Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPRKP KLU Rangga Wijaya mengatakan bahwa sejak pengangkutan air bersih menggunakan kapal tongkang pada Rabu (3/7) lalu, hingga saat ini masih tetap berjalan. Di mana petugas mengambil air dari pipa milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Amerta Dayan Gunung yang ada di Dusun Muara Putat, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang. Sesuai rencana, pengangkutan air bersih ke Gili Meno ini berjalan selama 51 hari.

Baca Juga :  Pencari Kerja di Job Fair Masih Jauh dari Target

“Per harinya itu direncanakan dua kali pengangkutan menggunakan dua kapal. Sekali ngangkut itu 4.000 liter air per kapalnya. Hanya saja sementara ini hanya bisa satu kali saja,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (7/7).

Kendalanya kata Rangga yaitu gelombang tinggi sehingga petugas cukup kewalahan. “Kalau ndak kuat-kuat kita kunci atau tutup tandon yang ada di kapal, maka ada juga air yang terbuang atau tumpah,” bebernya.

Jika tidak memungkinkan pengangkutan dua kali oleh kapal yang ada saat ini maka pihaknya kata dia berencana menambah jumlah kapal. Sebab targetnya per hari itu ada 16.000 liter air bersih yang diangkut ke Gili Meno. “Kalau 16.000 liter air itu minimal bisa melayani setengah dari penduduk Gili Meno,” bebernya.

Idealnya kata Rangga memang harus 32.000 liter air bersih untuk melayani sekitar 1.000 warga Gili Meno. Hanya saja dengan anggaran yang terbatas maka pengangkutan air bersih tidak bisa sampai 51 hari sesuai rencana. “25 hari saja anggaran bisa habis. Untuk itu air yang terbatas harus diatur sebaik mungkin agar mencukupi,” jelasnya.

Baca Juga :  Bawaslu Telusuri Status PNS TGH Muchsin dan Kusmalahadi

Saat ini warga lanjut dia sudah dibuatkan jadwal pengambilan air. Masing-masing dijatahi 2 galon per hari. Dengan pola itu maka air yang ada di tandon tidak cepat habis. “Air di tandon kadang masih tersisa. Makanya nanti kita lihat minggu depan kalau memang cepat habis kapal kita tambah,” ucapnya.

Tetapi di lapangan, masih ada warga yang tidak datang mengambil air ke tandon yang disediakan. Alasannya karena titik pengambilan air jauh dari rumahnya. “Salah satu kendala memang jarak itu. Cuma kita juga tidak bisa bantu lebih. Kesepakatan kemarin itu warga ambil sendiri di lima titik yang disediakan. Itu pun awalnya hanya dekat dermaga saja tetapi karena permintaan warga agar lima titik sehingga kita tambah,” bebernya. (der)

Komentar Anda