Warga Duman Dilatih Membuat Teh Daun Gaharu

Membuat Teh Daun Gaharu
SOSIALISASI: Tim saat memberikan sosialisasi pelatihan proses pengolahan daun gaharu menjadi teh herbal belum lama ini.( IST/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB) dan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memberikan pelatihan kepada partisipan istri petani di Desa Duman Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, belum lama ini.

Tim PKM UNTB, I Gde Adi Suryawan Wangiyana mengatakan, dalam pelatihan yang dilakukan untuk membuat teh gaharu. Ide untuk memberikan pelatihan kepada partisipan ini tercetus karena tim pengabdian melihat kondisi istri petani di Desa Duman, yang sebagian besar berada pada usia produktif dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. “Mereka memiliki cukup banyak waktu luang dan ingin melakukan kegiatan produktif yang dapat membantu suami mereka untuk menafkahi keluarga. Di satu sisi, pada areal persawahan yang mereka kelola banyak terdapat pohon gaharu yang belum dimanfaatkan dengan optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, teh gaharu gyrinops merupakan teh herbal yang relatif baru di Pulau Lombok. Teh herbal merupakan minuman seduhan dari daun, bunga, akar ataupun organ lain yang berasal dari tanaman selain tanaman teh (camelia sinensis).

Teknologi pengolahan daun gaharu menjadi minuman teh herbal selama ini dikembangkan oleh tim peneliti dari Fakultas Ilmu Kehutanan Universitas Nusa Tenggara Barat yang dipimpin oleh Gde Adi S. Wangiyana selaku ketua tim peneliti. “Teknologi inilah yang diajarkan pada istri petani Desa Duman, sehingga mereka mampu menghasilkan teh gaharu berkualitas,” jelasnya.

Secara umum, sambungnya membeberkan terkait dengan tahapan dalam pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu sesuai dengan penilitian yang dilakukan. Yakni teh gaharu dibuat melalui 5 tahap utama.

Tahap pertama, jelasnya adalah tahap pemilihan daun yaitu memilih daun dari tiga cabang teratas pohon gaharu untuk diolah.

Selanjutnya tahap kedua adalah tahap pencucian untuk memberishkan daun gaharu dari debu ataupun getah. Kemudian tahap ketiga adalah pengeringan daun gaharu selama 2-3 hari dan  tahap keempat adalah pencacahan daun gaharu. Sedangkan untuk tahap kelima adalah proses oksidasi atau dikenal juga dengan istilah fermentasi. Serta tahap terakhir adalah penyeduhan daun gaharu menjadi teh herbal.

Teh gaharu ini memiliki banyak manfaat dari segi kesehatan, di antaranya mengatasi perut kembung, mual dan mabuk perjalanan. Teh ini juga teruji secara klinis bersifat laksatif sehingga mampu mengobati susah buang air besar. “Aroma teh dan rasanya yang segar juga memiliki efek relaksasi bagi orang yang mengkonsumsinya,” jelasnya. (sal)