Warga Dijanjikan Pembayaran Lahan Bulan Ini

Warga Dijanjikan Pembayaran Lahan
JANJI : Warga yang lahannya masuk areal pembangunan Bendungan Meninting menunggu realisasi pembayaran lahan mereka dengan menggelar demo beberapa waktu lalu.(Fahmy/Radar Lombok)
Advertisement

GIRI MENANG – Warga di Desa Bukittinggi dan Dasan Geria yang lahannya dijadikan lokasi pembangunan Bendungan Meninting kembali dijanjikan pembayaran lahan mereka. Kali ini warga dijanjikan akan menerima pembayaran pada bulan ini. Informasi ini datang dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 yang menyatakan lahan mereka akan segera dibayar bulan Maret ini. “Sudah pasti Bulan Maret ini dibayar. Kita tinggal tunggu harinya saja tanggal berapa,” ungkap Lalu Afifuddin Zohri, PPK pengadaan tanah dari BWS Nusa Tenggara 1.

Total lahan yang akan dibayar bulan ini sekitar 203 bidang dengan nilai sekitar Rp 100 miliar. Mereka yang akan menerima pembayaran adalah warga yang dokumen administrasinya sudah lengkap. Warga yang lahannya akan dibayar tersebar di tiga desa yakni di di Desa Bukit Tinggi, Desa Gegerung, dan Desa Dasan Geria. Berbeda dengan pembayaran tahap I sebelumnya, dimana lahan warga yang terbayar sebagian besar di Desa Bukit Tinggi. Sisanya masih ada yang belum karena menurut LMAN masih ada kurang lengkap berkasnya. Ada sekitar 65 bidang dan diusahakan secepatnya untuk diusulkan kembali setelah kekurangan berkasnya dilengkapi.”Sisa yang 65 ini akan diusahakan secepatnya bisa dibayarkan,” imbuhnya.

Sementara itu Camat Lingsar, Jamaludin, menyampaikan harapannya agar lahan warganya segera dibayar. Menyusul sebagian warga yang sudah relokasi dan menempati lahan milik orang lain. “Kami harapkan segera bisa terealisasi (pembayaran lahan),” harapnya.

Makin cepar, menurut Jamal, lebih bagus. Tidak perlu menunggu warga yang belum lengkap administrasinya. Karena sebagian warga sudah pindah namun belum membayar lahan baru tempat mereka tinggal. Pihaknya pada bulan Januari lalu sudah ke LMAN. Dokumen masyarakat sudah di LMAN semua. Tapi ada yang kurang itu yang harus dilengkapi.

Proses pembayaran lahan milik warga diketahui cukup alot. Mengingat janji realisasi pembayaran lahan sudah diwacanakan sejak April tahun 2019 lalu. Namun realisasi pembayaran terus molor hingga saat ini.

Anggota DPRD Lobar Dapil Lingsar-Narmada, Jumarti, sebelumnya meminta pihak terkait jangan lagi memberikan harapan palsu bagi masyarakat pemilik lahan. Karena mereka sudah beberapa kali menerima janji jika lahannya akan segera dibayar. “Masyarakat sangat berharap, bisa segara dibayarkan lahan warga,” ujarnya.

Karena sudah banyak warga yang membeli lahan dengan mengandalkan pembayaran lahan mereka, namun karena waktu molornya terlalu lama sehingga banyak yang bermasalah lahan yang mereka beli, karena pemilik lahan juga menuntut agar lahan yang sudah dibeli warga segera dibayar.(ami)