Warga Diimbau Jangan Takut Divaksin

VAKSIN: Warga masyarakat Kota Mataram kembali diingatkan untuk tidak khawatir, dan bersedia divaksin Covid-19. 9ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Warga kembali diingatkan agar tidak khawatir atau takut untuk menerima suntikan vaksin Covid-19. Kehawatiran ini semakin mencuat, setelah adanya pejabat Kota Mataram yang terpapar positif. Dimana dua hari sebelumnya mereka telah menerima vaksin Sinovac buatan Cina yang menjadi andalan pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. “Iya kita minta warga masyarakat jangan takut dan tidak khawatir divaksin,’’ ujar Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra di Mataram, kemarin (25/1).

Mengatasi pandemi, upaya terbaik adalah melaksanakan protokol kesehatan. Sedangkan vaksin tujuannya untuk menambah imunitas. Sehingga tidak ada jaminan setelah divaksin tidak akan terpapar Virus Covid-19. “Potensinya bisa setelah divaksin. Resiko itu pasti ada. Apalagi ini baru yang pertama kali vaksinnya. Sedangkan itu harus dua kali kita divaksin,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan yang terkena corona setelah empat divaksin menurutnya tidak masalah. Terlebih dr Usman belum divaksin untuk yang kedua. “Contohnya saya, kan belum yang kedua. Nanti saya hari Kamis vaksin yang kedua,” ungkapnya.

Dengan vaksin diharapkan mampu menekan angka penularan. Dibandingkan dengan yang tidak divaksin. Resiko penularan tetap dimungkinkan. “Tapi yang terpenting itu pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) harus paten. Itulah yang diutamakan saat pandemi ini,” terangnya.

Sementara vaksin diibaratkan layaknya tambahan imunitas warga masyarakat. “Jadi tidak ada yang bisa menjamin setelah vaksin tidak bisa kena. Ya bisa, tapi kalau kena tidak terlalu berat kalau kenanya itu setelah vaksin yang pertama,” jelasnya.

Dokter Jack kembali mengimbau warga masyarakat untuk divaksin. Menurutnya warga masyarakat tidak perlu khawatir untuk divaksin. “Jangan takut divaksin. Saya juga divaksin. Alhamdulillah tidak ada apa-apa,” imbuhnya.

Paska Kadikes positif corona setelah divaksin. Kehawatiran masyarakat terus bertambah. Menurutnya, jika tidak divaksin. Resiko terpapar corona lebih besar. “Tapi kalau divaksin walaupun kena gejalanya bisa ditekan. Jadi kalau saya itu wajib vaksin. Kecuali kalau vaksin ini memiliki zat efek. Ini kan sudah melalui tahapan uji klinis. Saya pikir tidak perlu takut. Kita berharap dengan vaksin akan memotong penyebaran virus lebih cepat. Makanya kegiatan vaksin untuk nakes bisa selesai akhir bulan ini sehingga pergerakan virusnya bisa selesai juga. Setelah itu baru kita bergeser ke pelayanan publik dan masyarakat divaksin,” jelasnya.

Senada juga disampaikan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa. Warga masyarakat diminta untuk tidak takut divaksin. “Iya jangan disalahkan vaksinnya. Itu kan baru yang pertama dan antibodi tubuhnya belum terbentuk,” katanya. (gal)