Warga Desak Pemda Segera Bangun Talut

TALUT: Kabid Kedaruratan dan Evakuasi BPBD Lotim, Takdir Illahi menunjukkan talut yang rusak sepanjang 25 meter di wilayah Kampung Turingan, Desa Labuhan Lombok akibat terjangan banjir bandang, Selasa lalu (17/1) (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Warga di empat Desa di Kecamatan Pringgabaya, Lotim, yang diterjang banjir bandang pada Selasa lalu (17/1), mendesak Pemerintah Daerah Lotim untuk segera membangun dan memperbaiki talut di titik-titik yang rawan terjadi banjir. Disamping penalutan, mereka juga mendesak pemerintah untuk melakukan normalisasi kedua sungai yang selama ini menjadi biang terjadinya musibah banjir tersebut.

“Kami sudah lama mengajukan permohonan perbaikan peninggian talut agar dapat terhindar dari banjir, akan tetapi selama ini dianggap angin lalu saja oleh pemerintah daerah,” kata salah satu warga Desa Kampung Mandar Desa Seruni Mumbul.

Diakui, dalam tiga tahun terakhir rumah warga kampungnya, bahkan beberapa dusun sekitar selalu menjadi langganan banjir. Sehingga sejak beberapa tahun lalu warga setempat mengusulkan kepada pemerintah agar dibangun talut yang lebih tinggi, guna meminimalisir atau mencegah terjadinya banjir.

Pada banjir Selasa lalu, dikatakan rumahnya juga terendam air hingga mencapai hampir 1 meter. Sementara di halaman, air banjir hingga hampir mencapai dada orang dewasa. Beruntung banjir yang sempat menerjang hingga dua jam tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Mungkin karena kejadiannya siang hari, dimana kita siap menghadapi. Bayangkankalau terjadi pada malam hari saat kita sedang lelap, mungkin akan banyak korban,” jelasnya.

Demikian pula warga desa lainnya, Labuhan Lombok, Pringgabaya Utara dan Pringgabaya, juga mendesak pemerintah untuk segera membangun talut dan melakukan normalisasi Kali Cermai yang membelah Desa Seruni Mumbul, dengan Labuhan Lombok, dan Kokok (Kali) Desa yang membelah Desa Pringgabaya Utara dan Pringgabaya.

“Kami juga disini langganan banjir setiap tahun, bahkan banjir kali ini menerjang puluhan lahan persawahan kami,” kata salah satu warga Pringgabaya, Amaq Mariun.

[postingan number=3 tag=”banjir”]

Khususnya di Subak Goge Pringgabaya dikatakan sekitar 75 ha lahan persawahan warga rusak akibat terjangan air luapan Kokok Desa. Berharap agar sungai tersebut segera ditalut dan sekaligus dibangunnya saluran irigasi guna mencegah hal serupa terjadi dikemudian hari.

Kades Seruni Mumbul, Tajudin juga mendesak pemerintah agar mendengar aspirasi masyarakatnya sehingga talut yang selama ini dikeluhkan warganya segera dibangun. “Dengan meninggikan talut yang ada saya rasa hal ini merupakan satu-satunya solusi sementara ini,” katanya pada Radar Lombok saat ditemui di kantornya, Rabu kemarin (18/1).

Saat ditanya tingkat kerugian dikatakan pihaknya sedang melakukan pendataan bersama dengan BPBD. Namun dikatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pisik bangunan rumah warga, melainkan hanya kerusakan pada talut sungai.

Kades Pringgabaya Utara, Zulkarnain, berharap juga pemerintah segera turun dan memberikan bantuan kepada masyarakatnya di tiga Kekadusan yang mengalami dampak akibat banjir tersebut. “Di Pringgabaya Utara ada lima titik di tiga dusun yang terkena banjir yaitu Tinggir, Dasan Segara, Dasan Kerpuk, Dasan Baru dan Cemporonan,” katanya. Bahkan di Dasan Kerpuk sampai kemarin dikatakan air masih menggenang di pemukiman warga.

Sedangkan Kabid Kedaruratan dan Evakuasi BPBD Lotim, Takdir Illahi mengatakan pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan pendataan guna mengetahui tingkat kerugian masyarakat. “Karena tidak ada kerusakan pisik bangunan warga melainkan hanya berpa barang-barang mereka yang terendam akibat banjir sehingga kita kesulitan dalam pendataan tingkat kerugian,” jelasnya.

Saat ini dikatakan pihaknya yang menerjunkan 20 personel fokus pada pembersihan sumur dengan mengerahkan dua unit pompa penyedot. Sedangkan bantuan makanan berupa beras dan air mineral juga dikatakan akan segera diturunkan.

Terkait tuntutan warga dikatakan pihaknya akan segera membuat laporan yang nantinya akan disampikan ke Bupati. “Bupati telah mendesak kita untuk segera melaporkan hal ini dan bahkan tadi pihak BNPB telah meninjau kesini dan menjanjikan untuk pembngunan tersebut,” katanya.

Bahwa selain penambahan tinggi talut sekitar satu meter di bibir kali di Kampung Mandar di sebelah utara dan sekitar setengah meter di selatan di Kampung Turingan sepanjang sekitar 500 meter diharapkan akan dapat mencegah hal ini terjadi di tahun berikutnya. Sekaligus juga dikatakan akan dilakukan normalisasi terhadap kali tersebut.

Kepala Puskesmas Labuhan Lombok M Rusdi SSi mengatakan pihaknya telah mengambil langkah penanganan darurat dengan menerjunkan tim darii surveilen, sanitarian, Promkes, gizi dan Lansia guna melakukan pendataan di dua desa yang diterjang banjir tersebut. “Langkah awal kita melakukan pemberihan bekerjasama dengan BPBD, TNI, dan melakukan pengapuran guna mencegah diare dan jentik nyamuk berkembang biak,” katanya.

Selain itu pihaknya bekerjasama dengan KKP Kayangan siang kemarin membuka pos darurat bertempat ruang IGD Puskesmas ( yang kini sedang direhab) diimana akan melayani masyarakat 24 jam. Sementara bantuan obat-obatan dikatakan pihaknya sudah siap dan dibantu oleh Dikes khususnya terhadap pencegahan malaria dan DBD berupa bantuan kelambu dan abate. (lal)