Warga Darek Temukan Bayi Perempuan dengan Ari-Ari di Rumah Kosong

Inilah kondisi bayi saat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Darek,  Sabtu (6/11/2021). (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA–Warga Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah dihebohkan dengan penemuan bayi perempuan yang tergeletak di lantai rumah kosong.

Bayi tersebut ditemukan oleh warga Sabtu sore (6/11/2021) sekitar pukul 16.30 WITA, tepatnya di Dusun Bale Luah, Desa Darek yakni rumah milik H Ismail. Bayi dengan panjang badan 48 cm, lingkar kepala 33 cm serta berat badan 2,7 kilogram tersebut ditemukan oleh warga dengan kondisi lengkap dengan tali pusar dan diperkirakan baru dilahirkan.

Kepala Desa Darek HM Ismail Sahabudin ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan bayi itu. “Warga datang setelah mendengar ada tangisan bayi dan menemukan bayi perempuan di dalam rumah dalam keadaan kedinginan dengan posisi tergeletak di lantai tanah yang bercampur lumpur. Karena memang kondisi rumah kosong dan atapnya sudah rusak dan bocor,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Heboh Penemuan Mayat Bayi di Darmaji Kopang Lombok Tengah

Sementara itu, PLH Polsek Praya Barat Daya, IPTU Samsul mengatakan, penemuan bayi tersebut bermula saat masyarakat mendengar suara tangis bayi dari dalam rumah kosong, karena merasa curiga akhirnya masyarakat memberitahukan hal tersebut kepada Kepala Dusun Astar.

“Setelah Kepala Dusun sampai di tempat kejadian perkara (TKP) sudah banyak masyarakat yang berkerumun dan posisi bayi sudah digendong oleh warga yakni Abdul Halim alias Gaduh, dan selanjutnya bayi tersebut dibersihkan oleh Inaq Ida dari kotoran,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Usai Menebas Perut Amaq Mualim Hingga Meninggal, Amaq Tari Menyerahkan Diri

Selanjutnya bayi dibawa ke Puskesmas Darek untuk mendapatkan perawatan secara medis. “Kita sudah memeriksa beberapa saksi yang mengetahui penemuan bayi tersebut antara lain Astar, Abdul Halim alias Gaduh, dan Inaq Ida yang sama sama beralamatkan di Dusun Bale Luah, Desa Darek,” jelasnya.

Dari pemeriksaan diketahui bayi mengalami hipotermia atau kedinginan. Jika dalam observasi dibutuhkan perawatan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke RSUD. (met)