Warga Dadibou Vs Risa Bentrok

ILUSTRASI BENTROK

BIMA – Warga Dusun Minte Desa Dadibou dan Desa Risa, Selasa malam (10/1) kembali tegang. Sekitar pukul 23.00 wita, warga dua desa sempat melakukan aksi saling serang. Akibatnya, dua warga menjadi korban terkena panah. Dan empat unit sepeda motor terbakar. Kapolres Bima AKBP Eka Fathur Rahman SH SIK membenarkan hal itu. Menurutnya, aksi saling serang warga dua desa itu terjadi di pertigaan Cabang Desa Pandai. Saat itu, beberapa warga Dusun Minte duduk di pertigaan Cabang Pandai. Mereka tengah mengintai keberadaan sepeda motor milik warga Minte yang hilang hari Senin (9/1) di Desa Risa. Tiba – tiba sekelompok warga dari Desa Risa datang menggunakan mobil pikc up dan menyerang warga Minte.

Dijelaskan Eka, akibat aksi saling serang ada dua warga yang menjadi korban terkena panah. Yakni, Kudia, 31 tahun warga Desa Risa dan Ibrahim Mahmud, 30 tahun warga Dusun Minte. Kudia mengalami luka di bagian pelipis sebelah kanan. Sementara Ibrahim Mahmud terkena panah di bagian telinga tembus pipi sebelah kanan.

“Ada empat unit sepeda motor yang terbakar di depan halte pertigaan Desa Pandai semalam,” ujar Eka, Rabu pagi (11/1). 

Beberapa saat setelah insiden tersebut, tiga warga Dusun Minte diperiksa dan diambil keterangan. Mereka adalah Ramli, Firdaus dan Ahmad. Mereka diketahui merupakan pemilik sepeda motor yang diduga dibakar warga Desa Risa.  

“Malam itu juga korban dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya. 

Diakui Eka, setelah aksi saling serang ia didampingi Kapolsek Woha mengimbau warga untuk tidak terprovokasi. Menahan diri dan kembali ke rumah masing – masing. Serta tidak melakukan hal – hal yang bisa menimbulkan persoalan baru.

Mengantisipasi terjadinya bentrok susulan, anggota Dalmas Polres Bima dan Polsek Woha disiagakan di Desa Risa dan Dusun Minte Dadibou.

“Warga sudah diberikan penjelasan, percayakan penanganannya pada pihak kepolisian. Informasi terakhir semalam kondusif,” katanya.

[postingan number=3 tag=”bentrok”]

Namun Rabu siang (11/1), warga Desa Risa dan Dadibou kembali terlibat bentrok. Aksi saling serang warga dua desa bertetangga itu tak bisa dihindari. Suara tembakan peringatanpun terdengar.

Sekitar pukul 13.20 wita warga dua desa mulai masuk ke area persawahan. Yang merupakan pembatas wilayah dua desa tersebut. Mereka mulai dari saling panas – panasin dan memancing agar warga sebelah ikut masuk.

Setelah warga dua desa berada di tengah sawah, aparat kepolisian memukul mundur. Dengan mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata. Warga yang masuk ke area persawahan terlihat melengkapi diri mereka dengan panah dan juga parang.  

Ketika suasana mulai terlihat kondusif, warga Dusun Minte Desa Dadibou dikagetkan dengan adanya lemparan dari arah bukit. Yang diduga dilakukan oleh warga Risa. Bentrokan pun kembali pecah.

Sekitar pukul 18.20 wita, suasana di dua desa masih tegang. Sebagian besar warga masih berada di tengah sawah. Meski polisi memukul mundur, mereka tetap bertahan dan ingin melanjutkan aksi saling serang. “Serang, jangan ada yang mundur. Nanti mereka serang kita lagi,” teriakan warga yang berada di pematang sawah.  

Kapolres Bima AKBP Eka Fathur Rahman SH SIK mengaku, sebelumnya warga dua desa sudah diberikan pengertian. Bahkan sudah diberikan imbauan untuk tidak melakukan aksi saling serang lagi. 

Meski aparat keamanan sudah disiagakan di dua desa tersebut, namun aksi warga tidak bisa dihentikan. Menurut Eka, pihaknya akan bekerja maksimal agar keributan tersebut tidak berkelanjutan.“Dari Selasa malam saya langsung turun dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi saling serang lagi. Tapi ternyata Rabu siang, keributan kembali pecah,” pungkasnya. (yet)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut