Warga Aikmel Geger Penemuan Bayi

SELONG—Kembali terulang kasus pembuangan bayi di Lombok Timur (Lotim). Kali ini terjadi di Dusun Pungkang Daya, Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel. Bayi yang diperkirakan baru berumur sehari, yang tali pusarnya bahkan masih basah, ditemukan salah satu warga RT 3 Dusun Pungkang Daya tergeletak di teras rumahnya, Sabtu dinihari (11/6), sekitar pukul 02.00 Wita.

“Ditemukan pertama kali, saat pemilik rumah hendak menyalakan lampu yang mati akibat habis pulsa,” kata Kadus Pungkang Daya, Illiyin.

Izzudin, pemilik rumah yang sekaligus pertama kali menemukan bayi tersebut menemukan bayi naas tersebut tergeletak antara TV rusak dan pot bunga di teras rumahnya. Ketika keluar rumah, tiba-tiba sorot lampu senternya mengarah ke posisi bayi yang dibalut dengan pembungkus bayi berwarna merah tersebut.

Tidak berani menyentuhnya, pemilik rumah kemudian membangunkan tetangga rumah sebelahnya, yang kemudian segera keluar dan menyaksikan bayi tersebut tergeletak di teras rumah Izzudin, tetangganya yang sehari-hari bekerja service televisi tersebut. Kejadian itupun segera dilaporkan ke Mapolsek Aikmel, yang kemudian datang dan membawa bayi naas tersebut ke Puskesmas Aikmel.

Rumah tempat bayi tersebut ditemukan, berada di tengah kampung yang padat penduduk, berjarak sekitar 10 meter dari jalan raya. Sehingga diperkirakan pelaku pembuangan bayi tersebut sudah hafal dengan lokasi yang merupakan pemukiman dengan gang-gang sempit.

“(Pelaku) tidak mungkin orang jauh yang tidak paham dengan situasi di sini. Pasti orang dekat sekitar sini, atau mungkin dari desa sebelah yang hafal gang-gang disini,” duga salah satu warga yang ditemui Radar Lombok, dan minta namanya tidak dikorankan kemarin (12/6).

Sementara menurut Rapiin, Kadus Pungkang Daya yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi ditemukan bayi menyampaikan, sekitar pukul 01.30 Wita, dia mendengar ada tangis bayi, dan langkah orang yang mengarah ke rumah, tempat dimana sang bayi ditemukan. Beberapa saat setelah itu, langkah kaki kembali terdengar, namun kali ini mengarah ke arah berlawanan.

Rapiin yakin, jika langkah kaki tersebut merupakan orang yang membuang bayi tersebut. Kala itu ia sedang tidur, namun belum terlelap, sehingga mendengar langkah orang yang berjalan di luar. Namun ia tidak memiliki firasat apa-apa, sehingga mengabaikan hal tersebut, dan baru teringat kembali setelah ribut ada penemuan bayi.

Sementara dokter Puskesmas Aikmel, dr Haris Munandar mengatakan kondisi bayi normal dan sehat, setelah mendapatkan perawatan di Puskemas. “Kita masih lakukan observasi dan penanganan berupa pemanasan, pembersihan, dan lainnya,” katanya.

Diperkirakan bayi tersebut lahir pada hari Jum’at siang, hal tersebut diindikasikan dengan tali pusar yang masih basah dan belum kering. Bayi seberat 3,1 kg, tinggi 50 cm, dengan jenis kelamin perempuan ini akan diserahkan ke Yayasan Paramitha Mataram.

Sementara Kapolres Lotim melalui Kapolsek Aikmel, Ipda Halidi, membenarkan hal tersebut, dan saat ini masih melakukan penyelidikan (Lidik). Keterangan dari saksi-saksi dan masyarakat telah dikumpulkan guna keperluan penyelidikan, untuk dapat mengungkap kasus tersebut. “Kita masih melakukan Lidik, dan berharap agar pelakunya segera bisa terungkap,” katanya.

Pihaknya juga berharap partisipasi masyarakat untuk dapat memberikan informasi terkait kasus ini, sehingga segera dapat diungkap siapa pelaku pembuangan bayi tersebut. Sementara beberapa warga berusaha mengajukan diri untuk dapat mengadopsi sang bayi yang berparas cantik dan berkulit bersih tersebut. Salah satunya Nurmingsih, guru TK Negeri Sikur, beralamat di Desa Aikmel Timur ini berusaha keras guna mendapatkan bayi tersebut untuk diadopsi menjadi anaknya.

Nurmingsih sendiri mengaku telah 15 tahun berumah tangga, namun sampai kini belum dikarunia anak, sehingga berkeinginan mengadopsi anak yang dibuang oleh ibunya tersebut. (lal)

BACA JUGA :  Bayi Kembar Siam, Muhammad Talib Pecahkan Rekor