Warga Ahmadiyah Diminta Segera Tinggalkan LLK

DITAMPUNG : Warga Ahmadiyah asal Desa Gereneng Sakra yang sampai saat ini masih berada di penampungan LLK Selong. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)
DITAMPUNG : Warga Ahmadiyah asal Desa Gereneng Sakra yang sampai saat ini masih berada di penampungan LLK Selong. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG– Rencana Pemkab Lotim untuk merelokasi warga Ahmadiyah sampai sekarang belum terlaksana. Hal itu disebabkan karena berbagai kendala. Baik itu karena kondisi lahan yang belum ditentukan. Termasuk juga karena ada penolakan dari berbagai pihak.

Warga Ahmadiyah ini telah berada di penampungan LLK Selong kurang lebih sudah dua tahun. Pemkab Lotim pun bersedia memberikan fasilitas berupa bantuan rumah untuk ditempati, asalkan mereka bersedia untuk tinggalkan LLK.

“Kami terpaksa bertindak tegas agar pengikut jamaah Ahmadiyah dalam 5 hari kedepan segera meninggalkan LLK,” ungkap Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur, Salmun Rakhman, kemarin.

Disampaikan sebelumnya, Pemkab Lotim telah menyiapkan perumahan bagi mereka untuk ditempati. Tetapi, warga Ahmadiyah menolak karena tidak ingin dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, Pemkab juga besrsedia memberikan taliasih agar mereka bisa hidup layak dan nyaman.” Tapi sekarang kita tidak tahu keinginan mereka. Bahkan Pak Bupati berkeinginan untuk memberikan uang agar mereka mencari tempat rumah untuk dihuni,” lanjut Salmun.

Sebelumnya Pemkab Lotim merencanakan merelokasi warga Ahmadiyah ini ke wilayah Sembalun dan Sambelia, namun rencana itu batal setelah ada penolakan warga setempat. Selain itu, Pemkab juga sempat mengusulkan ke Pemerintah Provinsi agar warga Ahmadiyah ini dipindahkan sementara ke penampungan Transito Mataram. Namun kembali mendapat penolakan dari Pemerintah Kota Mataram dan warga Ahmadiyah sendiri, dengan alasan tempat itu sudah penuh.”Mereka sudah hampir satu tahun di penampungan. Tentu ini tidak bisa kita biarkan “kata Salmun.

Jika warga Ahmadiyah ini dibiarkan berlarut-larut di tempat penampungan tentunya sangat tidak memungkinkan. Mengingat mereka juga memiliki keluarga dan tentunya ingin hidup lebih baik.”Jangan sampai mereka berpikiran akan ditampung selamanya di tempat itu. Mereka tentu ingin hidup lebih enak, nyaman dan normal. Makanya kita harapkan bagaimana mereka bisa segera direlokasi “ sebutnya.

Soal rencana relokasi tentunya tidak bisa juga diselesaikan oleh pemerintah daerah. Tapi juga butuh kerjasama dengan semua lini termasuk dengan pemerintah provinsi. Mengingat persoalan Ahmadiyah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab daerah saja, melainkan juga menjadi kewenangan provinsi termasuk pemerintah pusat.” Mereka juga punya pekerjaan. Ada yang jadi ojek grab, tukang kayu dan lain sebagainya. Dibandingkan dengan yang lain mungkin pengikut jamaah Ahmadiah itu cukup diperhatikan,” tandasnya.(lie)