Wapres Ajak Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam

MATARAM – Wakil Presiden RI Jusuf Kall berkunjung ke Kabupaten Sumbawa, Rabu kemarin (20/7).

Kedatangannya kali ini dengan berbagai agenda seperti mengisi kuliah umum, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Saidah, Rumah Kyai Bait Kalla dan Wisma Ustadzah Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela milik Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) Din Syamsuddin di desa Pamangong Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa.

Agenda peletakan batu pertama didampingi Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Menteri Pekerjaan Umum Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, Wakil Ketua  DPR-RI Fahri  Hamzah, Wakil Ketua DPD-RI  Farouk Muhammad dan pejabat setempat yang hadir.

Dalam sambutannya, Wapres memuji Din Syamsuddin karena dinilai sosok putra daerah yang berjuang dan ingin membangun tanah kelahirannya dalam bidang pendidikan. "Tantangan kita berbeda dengan luar negeri. Di Indonesia kalau kita bicara kaya dan miskin itu, 10 persen orang kaya dan 90 persen orang miskin. Kita patut berbangga melalui dunia pendidikan ini kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Wapres mengingatkan kepada seluruh yang hadir agar bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam. "Apa yang kita cita-citakan ini pasti ada tantangannya karena pesantren ini bertaraf modern internasional. Ini merupakan tanggung jawab kita mengisi kepala anak-anak kita dengan ilmu yang bermanfaat ," pesannya.

Ketua Pembina Yayasan  Pendidikan  dan Kebudayaan  Dea Malela yang juga Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, melaporkan bahwa di atas tanah yg awalnya seluas  20 hektar akan dibangun Ponpes , Masjid  dan perumahan guru putra dan putri. Banyak Ponpes  taraf internasional ada di kota besar, namun Din Syamsuddin punya pemikiran ponpes bertaraf seperti ini yaitu Dea Malela harus ada di desa seperti Desa Pamangong. "Saya ingin buktikan bahwa dari desa pun kami bisa berkiprah membangun peradaban dunia. Kami rancang Ponpes ini sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atas nama Pemerintah Provinsi berterima kasih atas kedatangan Wapres ke Ponpes di wilayah Pamangong sebagai bentuk kepedulian PemerintahPusat  terhadap kemajuan NTB. "Kita tahu selain menjadi orang penting di Pemerinrahan RI, bapak Jusuf Kalla juga seorang pengusaha Indonesia yang sangat sukses. Tapi ada satu sisi kepedulian beliau terhadap pendidikan. Hal ini bisa kita lihat dengan hadirnya beliau ditengah-tengah kita,” sanjungnya.

Gubernur juga mengingatkan kepada putra daerah yang telah sukses untuk ikut membangun tanah kelahirannya. "Bila beliau (Wapres – red) yang dari luar NTB saja memiliki kepedulian dan kontribusi besar di Pamangong ini, maka kita putra daerah tidak boleh ketinggalan untuk berperan serta dalam kemajuan peradaban pendidikan Islam," katanya.

Selain peletakan batu pertama, Wapres Jusuf Kalla juga memberikan kuliah umum tentang kewirausahaan di Universitas Samawa (Unsa). Di hadapan peserta kuliah umum, Wapres memberikan pesan-pesan bagaimana cara menjadi pengusaha sukses.

Selanjutnya  Wapres juga melakukan kunjungan ke obyek vital nasional, tambang Batu Hijau, di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dalam kunjungan singkat tersebut, Wapres Jusuf Kalla melakukan pertemuan dan menyampaikan arahan kepada manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), selaku operator tambang  Batu Hijau, yang pada akhir Juni 2016 lalu telah dicapai kesepakatan untuk dijual kepada PT Amman Mineral Internasional (PT AMI) sebagai pemegang saham nasional yang baru tambang Batu Hijau.

Sejak mulai operasi tahun 2000, tambang Batu Hijau telah memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa. Tambang tembaga dan emas yang berlokasi di Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, KSB,  diharapkan ke depannya akan bisa terus berkontribusi dan memberikan kesejahteraan bagi Indonesia dan khususnya pembangunan di NTB.

Rachmat Makkasau, Presiden Direktur PTNNT menyambut baik kedatangan Wakil Presiden ke Tambang Batu Hijau. “ Ini merupakan kunjungan yang pertama kalinya sejak Batu Hijau mulai beroperasi tahun 2000 dan kami sangat gembira bisa bertatap muka langsung dan mengucapkan terima kasih karena kami bisa mendapatkan arahan secara langsung dari Bapak Wapres H Muhammad Jusuf Kalla,” kata Rachmat.(zwr)