Wanita Idamannya Dibonceng Pria Lain, Pemuda KSB Ini Ngamuk

Ilustrasi perkelahian (IST/JAWAPOS.COM)

MATARAM–Pemuda berinisial AP (25), di wilayah Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi korban penganiayaan, pada Sabtu (26/3/2022) malam.

Peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 23.00 WITA, tepatnya di jalan raya Desa Beru, saat korban mengantar dua orang wanita berinisial SA dan MT yang tak lain adalah keluarga korban.

“Pelaku diduga berinisial MIP (23), asal Desa Tepas. Saat ini pelaku sudah di amankan Tim Reskrim Polsek Brang Rea atas laporan korban. Motifnya, diduga pelaku cemburu terhadap korban,” ungkap, Kapolres KSB AKBP Heru Muslimin, S.IK, MH, melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi, S.Sos kepada wartawan, Senin (28/3/2022).

BACA JUGA :  Presiden Kukuhkan 68 Pelajar Jadi Anggota Paskibraka, Dua dari NTB

Kejadian itu, jelas IPDA Eddy, terjadi saat korban mengantar dua orang wanita berinisial SA dan MT yang tak lain adalah keluarga korban. Mereka berdua diantar oleh korban usai menonton acara MTQ yang digelar di Desa Seminar Salit.

“Saat korban mengantar SA dan MT menggunakan sepeda motor yang saat itu korban mengikuti SA dan MT dari belakang. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba korban diadang oleh pelaku. Nah, saat diadang, korban sempat mengakui bahwa dua wanita yang diantar tersebut merupakan keluarga terdekatnya. Bukan hanya itu, korban juga mengaku telah memliki istri, namun sayangnya pelaku mengindahkan pengakuan korban sehingga terjadilah penganiayaan,” terangnya.

BACA JUGA :  Hanyut Terbawa Air Bah, Nenek Sabaria Belum Ditemukan

Tak terima atas perbuatan pelaku, lanjut pria asal Bogor ini, korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Brang Rea dan ditindaklanjuti oleh Tim Reskrim untuk ditindaklanjuti.

“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka mulut, bengkak di bagian pipi sebelah kanan, luka di bagian pipi sebelah kiri dan mengalami rasa sakit disertai dengan mulut korban mengeluarkan darah. Saat ini, petugas masih mengambil keterangan korban dan saksi serta membawa korban ke puskesmas untuk dilakukan visum,” pungkasnya. (RL)