Wali Kota Izinkan Sekolah Tatap Muka

RAKOR: Hasil Rakor, Wali Kota Mataram dan Forkopimda memberikan izin pelaksanaan sekolah tatap muka, tentu setelah sebelumnya dilakukan simulasi. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Ditengah kondisi penyebaran Covid-19 yang tak menentu, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, memberi lampu hijau dan mengizinkan sekolah tatap muka dilaksanakan di Kota Mataram. Lampu hijau ini diberikan untuk sekolah tingkat TK, SD dan SMP, agar memulai pelaksanaan sekolah tatap muka.

Pemberian izin ini hasil rapat koordinasi (Rakor) Forkompimda dengan instansi dan stakeholder terkait, tentang persiapan sekolah tatap muka di Mataram. ”Saya lega dengan beragam saran dan masukan yang disampaikan. Silahkan dimulai pembelajaran tatap muka,” ujar Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh di Mataram, Rabu kemarin (5/1).

Sebelum sekolah tatap muka dimulai. Terlebih dahulu dilaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka. Persiapan simulasi ini dilaporkan sudah dipersiapkan maksimal. “Silahkan simulasi dulu. Baru nanti dimulai pembelajaran tatap muka,” katanya.

Izin pembelajaran tatap muka diminta dipergunakan dengan baik. Yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pun dengan standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipatuhi. Tapi Wali Kota memperingatkan, jika protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan ketat. Selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram. Dirinya setiap saat bisa mencabut izin yang sudah diberikan.

“Jka sekolah lalai dan tidak sesuai SOP. Saya cabut izinnya. Ini harus menjadi perhatian dengan baik. Sekolah dan orang tua agar benar-benar mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

Wali Kota mengatakan, saat pelaksanaan simulasi nanti. Sepekannya hanya dilaksanakan untuk beberapa pertemuan. Lalu tidak semua mata pelajaran juga diberikan saat pembelajaran tatap muka. “Protokol covid harus ketat disemua jenjang. Diawali dengan simulasi selama dua pekan dan tidak semua mata pelajaran diberikan saat pembelajaran tatap muka. Sisanya nanti tetap lewat daring,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Lalu Fatwir Uzali mengatakan, dirinya bersyukur pembelajaran tatap muka mengantongi izin Wali Kota Mataram. Hasil tersebut segera dikoordinasikan dengan seluruh kepala sekolah. Walaupun persiapan sekolah tatap muka sudah 90 persen.

“Saya selaku kepala dinas ingin persiapannya 100 persen. Apa yang disampaikan tadi untuk surat izin itu sudah ada dan dijilid. Artinya bahwa ada persetujuan dari orang tua. Bukan hanya setuju tapi bertanggung jawab. Itulah yang menjadi catatan kami,” katanya.

Untuk hal tehnis lainnya. Fatwir mengatakan, rapat segera dilaksanakan bersama seluruh kepala sekolah. lalu juga dengan elemen pendidikan. “Kami targetkan hari Senin depan kita sudah bisa memulai simulasi. Jadi target kami Januari ini simulasi. Nanti Februari kita sudah pembelajaran tatap muka secara penuh,” ungkapnya.

Catatan lainnya, kekurangan dalam simulasi akan disempurnakan. Yaitu dimulai dari TK, SD dan SMP. “Kita berdoa juga, karena ini tergantung pada kesiapan sekolah. Ini untuk semua sekolah. Kota Mataram ini kecil, tapi tidak bisa kita bilang hanya sekolah tertentu. Baik yang dipinggiran semua kita coba. Nanti pasti ada catatannya, apa kendala dan sebagainya. Kalau hasil simulasi tidak sesuai SOP ya ini tidak bisa kita lanjutkan,” pungkasnya. (gal)