Wali Kota Izinkan Sekolah Tatap Muka Awal Tahun

H Ahyar Abduh (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh merespon Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang membolehkan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka awal Januari 2021 mendatang. Wali Kota Ahyar berpeluang memberikan persetujuan sekolah tatap muka di Mataram mulai awal tahun depan.

“Saya perkirakan nanti setelah tahun baru bisa dimulai pembelajaran tatap muka di sekolah,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Senin (23/11).

Satu bulan terakhir ini, Wali Kota Ahyar mengaku akan terus memantau kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Mataram. Terpenting, berbagai persiapan sudah dilaksanakan sembari menunggu waktu pelaksanaan sekolah tatap muka digelar. Terpenting, lanjut Ahyar, nanti ketika pembelajaran tatap muka itu harus tetap melaksanakan protokol Covid-19 secara ketat. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak yang ada disekolah -sekolah. Apalagi sekolah kita ratusan SD dan SMP. Ada juga TKnya dengan jumlah siswa tidak kurang dari 60 ribu. Belum lagi tenaga pengajar maupun yang lainnya di sekolah, jadi cukup besar jumlahnya.

“Ini harus bisa kita pastikan protokol Covid bisa disiplin di sekolah dan lingkungan sekolah,” katanya.
Secara teknis, lanjut Ahyar, sejak bulan lalu dirinya sudah meminta dilaksanakan persiapan sekolah tatap muka. Untuk kesiapan itu, dirinya mengaku membutuhkan rapat koordinasi satu kali lagi. Karena ada kebijakan keputusan bersama dari kementerian yang menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengambil keputusan kapan harus memulai pembelajaran tatap muka. Kota Mataram dinilai sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Terlebih kondisi di Mataram sudah membaik dibandingkan sebelumnya. Indikasinya eskalasi penyebaran Covid-19 relatif bisa ditekan.

“Cukup jarang juga penambahan pasien baru walaupun memang masih ada,’’ ungkapnya. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Mataram sebelumnya berencana memulai pembelajaran tatap muka dipekan kedua bulan November. Namun urung terlaksana karena tidak mengantongi izin dari pemerintah.

“Kalau dari persiapan kita sudah tidak ada masalah.  Kita 95 persen siap untuk memulai pembelajaran tatap muka. Tapi izinnya belum ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram HL Fatwir Uzali.Jika nantinya izin dikantongi. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di sekolah. Yaitu sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk tehnis (juknis) tatap muka dimasa pandemi Covid-19.

“Bukan lagi tatap muka seperti normal biasa. Kita seIndonesia itu sama, mau SD, SMP, SMA,” terangnya. (gal)