Wakili Indonesia dalam Ajang Konferensi Internasional

PRESTASI: Raania Amaani ( tiga dari kiri), saat menjadi pembicara dalam acara Academic International Conference on Interdisciplinary Legal Studies, Harvard Medical School Amerika, November 2016 lalu.

Masih banyak anak-anak muda NTB yang memiliki prestasi gemilang. Salah satunya Raania Amaani, mahasiswi Universitas Indonesia (UI) asal Lombok Timur yang belum lama ini diundang ke konferensi internasional di Harvard Medical School, Amerika. Februari mendatang diundang lagi ke Hongkong.

 

 


AZWAR ZAMHURI – MATARAM


 

Tanggal 21-23 November lalu, gadis yang akrab dipanggil Rara ini mewakili Indonesia dalam konferensi internasional di Amerika Serikat. Dalam acara Academic International Conference on Interdisciplinary Legal Studies, Harvard Medical School Amerika itu, mahasiswi yang baru semester VI  ini memaparkan  paper yang disusunnya. Rara terpilih diundang dalam konferensi tersebut, karena paper atau penelitannya tentang medikolegal dinilai sangat menarik. “Medikolegal itu berbicara tentang ilmu kedokteran dengan ilmu hukum,” terangnya kepada Radar Lombok via telepon, Senin malam (9/1).

Dalam paper yang disusun dan telah diakui menjadi hak ciptanya, Rara dibantu oleh tiga temannya dari Universitas Indonesia (UI) untuk mempresentasekan dalam konferensi tersebut. “Teman saya ada yang dari kedokteran, dan ada juga dari fakultas hukum,” imbuh  gadis kelahiran 30 Agustus 1996 ini.

Rara  kembali diundang ke Hongkong pada Februari 2017 mendatang. Lagi-lagi karena karyanya. Untuk di Hongkong, Rara akan berbicara tentang konversi jantung.

[postingan number=3 tag=”features”]

Menjadi mahasiswi kedokteran UI, memang membuat Rara super sibuk. Tiada hari tanpa belajar dan berkarya. Cita-citanya menjadi dokter spesialis Jantung harus terwujud. Itulah komitmen yang terus membuatnya tidak bosan belajar. “Jadi dokter spesialis memang cita-cita saya, bisa bantu banyak masyarakat NTB nanti. Apalagi masih jarang spesialis jantung,” ucap Rara yang hoby membaca dan menonton ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini memang dikenal berprestasi sejak kecil. Melanjutkan pendidikan ke UI dan mengambil jurusan sesuai cita-citanya, membuat Rara semakin aktif dan menorehkan berbagai prestasi.

Beberapa prestasi lainnya yang berhasil ditorehkan pada tahun 2016 diantaranya juara 1 lomba debat olimpiade ilmiah mahasiswa, juara 1 Tahfidz Qur’an 1 juz dan juara gagasan pekan kreativitas mahasiswa FKUI.

Kemudian ketika masih sekolah, segudang prestasi juga telah dimilikinya. Sebut saja juara 1 olimpiade matematika tahun 2008. Kemudian tahun 2009 menyabet gelar juara 1 English Speech Contest, juara 1 karya tulis remaja dan juara 1 cerdas cermat provinsi.

Tahun 2012, Rara juga berhasil menjadi juara 1 olimpiade kimia. Berbagai prestasi yang ditorehkan tersebut belum membuatnya puas. “Saya memang senang hal-hal baru, yang menantang. Masih ingin terus berkarya selagi muda,” ujarnya.

Masa-masa sekolah, Rara memang menjadi kebanggaan dan andalan dalam berbagai lomba. Tidak heran jika banyak piala yang diraihnya sejak menempuh pendidikan di TK Hamzanwadi Selong, SD International Buin Batu Sumbawa Barat, MTs Muallimat NW Pancor Selong Lombok Timur, SMAN 1 Selong (1 semester), SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Serang Banten (5 semester) dan kini di Universitas Indonesia (UI) untuk menuntaskan S1.

Rara aktif berorganisasi.  Sejak duduk di MTs, dia sudah aktif di  OSIS. Ketika menjadi mahasiswi UI saat ini pun, Rara terus aktif berorganisasi di BEM. “Orang itu kan dilihat apa prestasinya, bukan siapa orangtuanya,” ucapnya lembut.

Raania Amaani putri dari  Hj Siti Rohmi Djalilah merupakan mantan Ketua DPRD Lombok Timur. Di usia muda, Rara telah bertekad untuk bermanfaat bagi masyarakat. Mampu menorehkan kesuksesan berkat usaha sendiri, bukan karena warisan kejayaan orangtua. “Saya ingin suskes, ingin bisa mengabdi kepada masyarakat. Suatu saat pasti saya akan pulang juga ke Lombok untuk mengabdi. Tidak apa-apa saat ini saya kerja keras belajar tidak kenal lelah, ini demi masa depan saya dan membanggakan orangtua,” tutupnya.(*)