Wakil Ketua DPRD Polisikan Akun FB Palsu

LAPOR POLISI : Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi saat melaporkan dugaan pemalsuan akun FB miliknya ke Subdit II cyber crime Ditreskrimsus Polda NTB, Rabu kemarin (2/11) (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

MATARAM—Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB H Abdul Hadi melaporkan dugaan pemalsuan akun jejaring sosioal facebook (FB) miliknya ke Subdit Crime Polda NTB.

Tidak hanya memalsukan akun FB miliknya, Hadi juga melaporkan dugaan penipuan dengan menggunakan akun palsu tersebut. " Hari ini (kemarin, red) saya laporkan pemalsuan akun FB milik saya," ujarnya saat ditemui usai melapor di Mapolda NTB, Rabu kemarin (2/11).

Di akun tersebut, pelaku meminta uang kepada korban dengan mengatasnamakan pria yang juga ketua DPW PKS NTB ini. Modusnya,  pelaku seolah- olah meminjam uang untuk keperluan operasi. Kemudian selanjutnya diminta mengirim ke rekening atas nama korban. " Rekening yang dikirim itu namanya sama dengan saya. Padahal itu bukan rekening saya," kata Hadi.

Untuk menarik perhatian korban, pelaku juga menggunakan foto-foto milik Abdul Hadi. Foto itu didowload pelaku di akun resmi FB Abdul Hadi. " Jadi orang merasa itu memang benar akun saya dan saya yang meminta. Padahal mana mungkin saya melakukan itu," kesalnya.

Pelaku lalu meminta sejumlah uang kepada pihak-pihak yang terhubung pertemanan dengan Hadi melalui pesan pribadi atau inbox. Sudah dua orang yang menjadi korban karena percaya dengan permintaan pelaku. " Ini yang saya sayangkan. Ada dua orang yang sudah mentransfer uang ke pelaku. Salah satunya ketua Fraksi Golkar DPRD NTB dan kader PKS. Jumlahnya masing-masing Rp 4 juta  sampai Rp  5 juta," tuturnya.

Kasus ini pertama kali diketahui pada tanggal 25 Oktober 2016. Saat itu, ia sedang berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) untuk kunjungan kerja. Sepulangnya dari Dubai, Hadi memutuskan untuk melaporkan kasus itu ke polisi. Ia  memutuskan untuk melaporkan pemalsuan akun ini untuk menjaga kehormatan dua institusi yaitu DPRD dan partai PKS tempatnya bernaung. " Kalau dibiarkan saya khawatir akan ada banyak orang lagi yang percaya dan menjadi korban. Makanya saya melapor," ungkapnya.

Dalam kasus ini, ia menilai pelaku nekat melakukan itu bertujuan untuk kepentingan materi dan tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik tertentu." Hanya mencari materi saja. Kalau kaitan yang lain seperti politik nanti kita serahkan dari hasil penyelidikan kepolisian. Saya masih diminta untuk membuat laporan pengaduan tertulis," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti saat dikonfirmasi mengatakan kepolisian telah menerima laporan tersebut. Selanjutnya akan dilakukan penelitian terkait dengan materi laporan yang disampaikan. " Kita telaah dulu laporannya,'' katanya singkat.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid