Wakapolres Lombok Tengah Bunuh Adik Ipar

Wakapolres Lombok Tengah Bunuh Adik Ipar
TEWAS: Inilah Jumingan alias Iwan, korban pembunuhan sadis Wakapolres Loteng Kompol Fahrizal. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Citra kepolisian kembali tercoreng dengan ulah Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal.

Perwira melati satu itu tega menghabisi nyawa adik iparnya sendiri menggunakan senjata api miliknya. Pelaku menghabisi nyawa korban yakni Kuningan alias Iwan, 34 tahun, sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa malam (4/4). Waktu kejadian, korban bersama pelaku berada di rumah orang tuanya di Jalan Tirtosari Gang Keluarga No. 14 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Tragisnya lagi, pembunuhan sadis itu disaksikan ibu pelaku serta istri pelaku yang merupakan kakak kandung korban. Kronologisnya, Fahrizal  diduga melakukan penembakan terhadap Jumingan alias Iwan ,34 tahun, yang tak lain adalah adik iparnya sendiri. Kejadiannya bermula ketika pelaku pulang ke kampung halamannya di Medan pada malam Rabu (04/4) dengan tujuan untuk menjenguk ibunya yang baru sembuh dari penyakitnya.

Pelaku sampai di Medan sekitar pukul 18.30. Saat sampai langsung diminta masuk dan duduk diruang tamu. Fahrizal  duduk di ruang tamu didampingi oleh ibunya, istri, Jumingan (korban) dan adiknya. Setelah beberapa menit pelaku ditinggalkan bersama ibunya yang sedang asyik mengobrol  dan pelaku juga sempat memijat ibunya.

Pada pukul 21.00 WIB, tiba-tiba Fahrizal  menodongkan senjata api ke arah ibunya dan melihat kejadian itu Jumingan (korban) berusaha melarang pelaku dengan berkata “jangan bang”. Sontak kemudian senjata api tersebut diarahkan ke Jumingan dan pelaku meletuskan senjata apinya hingga korban tertembak di bagian perut dan kepala. Korban pun langsung terkapar bersimbah darah dan seketika itu langsung tewas di tempat.

Menyaksikan kejadian tersebut, seluruh keluarga yang berada di TKP ketakutan dan adiknya pelaku atau istri dari korban pun langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu. Setelah kejadian tersebut pelaku sempat menggedor pintu kamar adiknya sambil mengatakan ”dek..dek..buka pintunya” kata pelaku.

Menyaksikan hal itu, ibunya langsung menghampiri dan meminta Henny adik pelaku atau istri korban untuk tetap diam di kamarnya. Terkait cekcok pelaku dengan ibunya tidak diketahui penyebabnya. Keluarga pun bingung kenapa bisa sampai terjadi hal seperti itu.

Sementara itu tetangga korban yang mendengar suara tembakan tidak bisa berbuat apa-apa dan mereka hanya menyaksikan kejadian tersebut dari kejahuan karena tidak  berani dengan pelaku yang saat itu masih membawa senjata api. Atas peristiwa itu, pelaku kemudian langsung ditahan di Mapolresta Medan dan sekarang sudah ditanagani oleh Mabes Polri.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilur Rochman ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut tidak bisa memberikan komentar. Karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kasus tersebut tidak berada di wilayah hukumnya. “Kejadianya kan di Medan. Jadi saya tidak bisa berkomentar,”ungkap Kholil saat ditemui di kantornya, Kamis kemarin (5/4).

Meski tak habis piker, Kholil mengaku bahwa Kompol Fahrizal adalah orang baik. Dia bekerja secara profesional selama ini tanpa pernah menimbulkan kegaduhan. Bahkan saat ini pihaknya mengaku bahwa sudah ada surat yang mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah. “Kejadianya di Medan, dan sudah tidak lagi menjadi Wakapolres karena sudah di Polda, makanya saya tidak bisa berkomentar,” jelasnya.

Dari pantauan Radar Lombok nampak para anggota juga langsung mengumpulkan senjata. Hanya saja, Kholil membantah pengumpulan senjata itu karena kasus yang dialami Wakapolres Lombok Tengah itu. “Itu merupakan hal rutin, kalau untuk masalah pelatihan dan lain sebagainya itu merupakan urusan internal,” katanya.

Kapolda NTB Brigjenpol Firli yang dikonfirmasi mengaku prihatin atas tindakan perwira polisi berpangkat kompol yang tega melakukan penembakan terhadap adik iparnya. Cua saja, Firli memilih untuk lebih irit bicara terkait persoalan ini. Karena peristiwa tersebut bukan terjadi di wilayah NTB dan kasusnya pun sudah ditangani Mabes Polri. ”Peristiwanya kan bukan di NTB dan itu sudah ditangani Mabes Polri,” kata Firli, Kamis kemarin (5/4).

Seperti yang diketahui bahwa pelaku atas nama  Fahrizal saat ini menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah. Fahrizal menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah sejak Desember 2017 yang pada saat itu menggantikan Kompol H Lalu Salehuddin yang dimutasi sebagai Parik II Itwasda Polda NTB. Pelaku juga baru lulus Sespim Polri. Artinya tinggal menunggu kenaikan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). (cr-der/met)