Wahyu, PNS Pembuat Racikan Pakan Burung Kenari Berkualitas

PAKAN BURUNG: Salah satu PNS di Dinsos NTB, Wahyu bersama rekan-rekannya berinovasi membuat produk pakan burung Kenari berkualitas dengan harga terjangkau bagi para penghobi burung. (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

Harga Pakan Terjangkau, Suara Burung Peliharaan Dijamin Merdu

Membanggakan! Meski di tengah kesibukannya sehari-hari bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB, Wahyu, berhasil meracik dan memproduksi pakan burung kenari yang berkualitas dengan harga cukup terjangkau. Seperti apa produknya?

SUDIRMAN – MATARAM

ADALAH Wahyu, salah satu pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB. Di tengah pandemi Covid-19, sehingga sebagian waktunya lebih banyak di rumah. Ternyata dia tak hanya berdiam diri saja, melainkan terus berpikir dan berinovasi sesuai dengan hobinya yang suka memelihara burung.

Sebagai penghobi burung peliharaan, khususnya jenis burung kenari, Wahyu sadar tantangan yang harus dihadapi adalah soal biaya pemeliharaan yang cukup mahal. Sehingga dia pun berpikir bagaimana meracik pakan burung sendiri, namun tetap berkualitas dengan harga yang murah tentunya.

Dijelaskan Wahyu, kenari adalah jenis burung kicau yang kini banyak digemari masyarakat, tak terkecuali dirinya. “Burung kenari berasal dari Kepulauan Makaronesia yang terletak di Samudra Atlantik, atau barat laut Afrika. Nama Kenari sendiri diambil dari nama sebuah pulau Canaria, ketika pelaut Prancis, Jean de Berthan Cout singgah di sana, dan melihat indahnya bulu burung tersebut dengan suaranya yang merdu,” kata Wahyu kepada Radar Lombok, Rabu (11/8).

Kemampuan burung kenari untuk berkicau dengan varian warna bulunya, serta karakteristik penampilannya merupakan alasan utama mengapa banyak orang yang memelihara dan mengembangbiakkan burung ini. “Fakta yang menarik tentang burung ini adalah hanya burung kenari jenis pejantan yang mampu “bernyanyi” (berkicau) dengan merdu,” tutur Wahyu.

Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh kicau mania dalam memelihara burung kenari adalah asupan makanannya harus bergizi dan berkualitas baik. Kalau membeli, tentu saja harganya cukup mahal. Karena itu, Wahyu pun terpikir untuk meracik sendiri pakan burung kenari peliharaannya dan ternyata berhasil.

BACA JUGA :  Usaha Wisata di Pemalikan Diincar Investor

Pakan burung kenari produksi Wahyu kemudian dikemas dan diberi nama “MCP”, ternyata bisa menjadi solusi bagi para pecinta burung kenari di Indonesia, khususnya di NTB. Meski burung kenari dikandangkan, dengan mengonsumsi pakan burung MCP, suaranya bisa tetap stabil dan merdu.

Wahyu berani memberikan jaminan, sehingga kemudian percaya diri memasarkan. Karena pakan burung kenari MCP hasil produksinya itu telah diujicobakan selama dua bulan lebih untuk burung peliharaannya sendiri dan berhasil dengan baik. hasil uji coba terbukti burung kenari peliharaannya tetap bisa menjadi pejantan tangguh di kandang ternak, sekaligus bintang di lapangan lomba. “Nama MCP ini merupakan singkatan dari nama tiga anak saya, yaitu Mahardika, Ciptaning dan Priyatama. Saya berharap pakan burung MCP ini bisa menjadi solusi dan sahabat para pecinta kenari di NTB,” kata Wahyu.

Dia berharap pakan burung racikannya dapat menjadi solusi terbaik, agar burung kenari peliharaan bisa gacor (bersuara merdu) dan stabil. “Sudah ada beberapa Kenari Mania yang mencoba, dan banyak yang merasakan manfaatnya. Ada yang sebelumnya macet (tidak mau berkicau), namun setelah diberikan pakan MCP, ternyata bisa gacor kembali. Bahkan ada yang OB (over berahi), ternyata bisa stabil dan sehat kembali,” jelas Wahyu.

Untuk di pulau Lombok, saat ini mungkin Wahyu satu-satunya yang memiliki pejantan aktif di ternak, sekaligus prestasi di lapangan. Adapun nama-nama pejantan yang dimiliki oleh Wahyu, yang cukup terkenal di kalangan Kicau Mania Lombok adalah Swastika, Buto Ijo, Jamrud dan Arjuna.

BACA JUGA :  Nelayan Dilaporkan Hilang Saat Memanah Ikan di Sunset Point Gili Trawangan

Saat ini, Wahyu memiliki 12 betina, dan empat pejantan. Dengan pakan MCP, dia tetap dapat menghasilkan burung-burung yang berkualitas dan berprestasi. Wahyu sendiri adalah Kenari Mania yang tergabung di Grup Penangkar Kenari Lombok (PKL) dengan kode PKL DR 08. Di samping itu, dia juga memiliki ring pribadi dengan kode ring Ciptaning. “Pakan MCP saat ini sudah tersedia di kios-kios burung wilayah Kota Mataram, Lobar, Loteng, Lotim dan Bima,” jelas Wahyu.

Jika ada yang ingin bertukar pikiran mengenai masalah burung kenari, Wahyu juga akan menyambut dengan senang hati di Farm Wahyu yang berlokasi di Pagesangan, atau tepatnya di belakang Markas Koramil. Harga pakan MCP ini pun tergolong sangat murah, yaitu seharga Rp 10 ribu dengan kualitas pakan premium. MCP sendiri dibuat dari biji-bijian terpilih berkualitas terbaik, dengan mutu yang terjaga dan higienis. “Jadi (MCP) ini sangat cocok dengan burung kenari kesayangan para Kicau Mania,” ujarnya.

Hebatnya lagi, sambung Wahyu, dari hasil penjualan pakan MCP, per bungkusnya akan disisihkan sebesar Rp 500 untuk disalurkan bagi kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan membantu warga tidak mampu. “Alhamdulillah, kami saat ini telah menyalurkan TIM ICI Mataram untuk disalurkan bagi masyarakat yang kurang mampu,” katanya.

Artinya, para Kenari Mania yang membeli pakan MCP ini sekaligus bisa langsung bersedekah untuk orang-orang tidak mampu. “Jika ingin mendapatkan pakan burung Kenari MCP, para Kicau Mania dapat membelinya di Kios Burung MCP Ranjok Gunungsari,” pungkas Wahyu. (**)