Wagub Tegaskan Pemprov Tidak Alergi Kritik

MATARAM – Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin kembali menegaskan, jika pemprov  tidak anti kritik.

Pemprov kata Amin, sangat terbuka menerima segala masukan dan saran. "Pemprov tidak anti kritik, silahkan saja kalau memang ada kekeliruan dikritisi bersama. Kita juga tentunya sangat senang," ujar Wagub saat pelantikan

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC-PMII) Provinsi NTB periode 2016-2018 di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Jumat kemarin (12/8).

Pernyataan Amin ini menanggapi pidato Ketua Umum PKC PMII Provinsi NTB periode 2016-2018, Syamsul Rahman. Dikatakan Syamsul, pemerintah tidak perlu bingung dengan bertambahnya angka kemiskinan di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal itu sudah jelas disebabkan tidak meratanya pertumbuhan ekonomi. "Ngapain bingung, ini data BPS jelas sudah ada. Pemerataan itu yang masih tidak terjadi, yang kaya makin kaya dan yang miskin bertambah melarat," kata Syamsul.

Menurut Syamsul, Pemprov NTB tidak bisa menutup mata atas realita yang ada. Kemajuan daerah hanya dirasakan oleh kelompok-kelompok tertentu saja. Sementara, sebagian besar masyarakat merasakan tidak ada perubahan signifikan dalam ekonominya.

Di tengah klaim pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan daerah semakin maju, masyarakat masih kesulitan mendapatkan kehidupan yang layak di kampung halamannya. Malah untuk bisa merubah nasib menjadi lebih baik, masyarakat terpaksa meninggalkan NTB dan pergi merantau. "Belum lagi kita bicara pengangguran yang makin bertambah, petani yang merugi, nelayan yang pusing dan lain-lainnya," ucap Syamsul.

Selain itu, masalah yang harus dituntaskan Pemprov adalah sinergitas dengan kabupaten/kota belum maksimal. Bahkan terkesan tidak saling mendukung seperti yang terjadi di Lombok Timur. Seharusnya semua pihak saling bahu-membahu memajukan daerah.

Wagub lalu mengajak PMII NTB untuk dapat berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Sinergitas program bisa dilaksanakan, khususnya dalam rangka mendorong kunjungan 3 juta wisatawan ke NTB.

Ia juga berpesan gar mahasiswa pun bisa berkontribusi lebih besar dalam mendorong wisata halal di NTB. Terlebih predikat yang sudah diraih sebagai halal tourism destination. “Kritis tetapi tetap solutif dan argumentatif, PMII tidak hanya mengkritik tetapi juga memberikan solusi dan argumentasi-argumentasi yang membangun,”  imbaunya.

Wagub menyatakan sangat berbahagia bisa bersilaturrahmi karena ia juga merupakan keluarga besar PMII. “Alhamdulillah PMII di NTB bisa dipelihara, tetap eksis dan mampu mendukung pembangunan dari keberagaman yang ada,” ujarnya.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh ratusan kader PMII se-NTB dan para alumni.  Syamsul Rahman mengatakan, PMII harus kembali pada semangat awal pendiriannya yaitu sebagai organisasi pengkaderan dan perjuangan. Terlebih lagi kondisi bangsa dan juga daerah NTB khususnya, keberadaan civil society atau agent of social control semakin lemah. “Dinilah semangat pelantikan ini harus diawali, pengurus jangan hanya mengawal kader tetapi juga harus serius mengawal berbagai kebijakan Pemprov NTB. Begitu juga dengan pengurus cabang di kabupaten/kota, pergerakan harus ditingkatkan. Ingatlah bahwa kita kaum pergerakan, bukan himpunan ataupun kesatuan,” ujarnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid