Wagub Prihatin Ada Mahasiswa Meninggal

H. Muhammad Amin (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB marah dengan meninggalnya Ilham Nurpadmi Listiadi, mahasiswa Lombok Timur yang kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII). Apalagi meninggal karena disiksa saat mengikuti Pelatihan Dasar The Great Camping (TGC) XXXVII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII.

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin mengatakan, penganiayaan oleh senior Mapala kepada juniornya merupakan perbuatan primitif dan tindakan kriminal. “Tentu kita marah ada mahasiswa kita yang meninggal karena dianiaya. Orang pergi jauh-jauh untuk tuntut ilmu agar masa depannya gemilang, malah dipukul oleh senior-seniornya disana,” ucap Wagub kesal saat ditemui Radar Lombok di ruang kerjanya, Rabu kemarin (25/1).

Menurut Wagub, sangat tidak pantas tindakan kekerasan dan penyiksaan dilakukan oleh mahasiswa yang berpredikat intelektual. “Ini nyawa manusia, kok gampangnya. Kalangan intelektual lagi, kita tentu bangga ada organisasi pencinta alam, tetapi cintai juga dong manusia,” ujarnya.

[postingan number=3 tag=”uii”]

Wagub sendiri tidak menyalahkan organisasi Mapala. Ia yakin semua organisasi mahasiswa didirikan dengan tujuan yang baik. Namun, oknum-oknum Mapala yang melakukan kekerasan harus segera diadili. Masyarakat, terutama keluarga korban harus mendapatkan rasa keadilan.

Dalih menegakkan kedisiplinan, sangat tidak masuk akal menggunakan cara-cara kekerasan. Apa yang dilakukan oknum Mapala terhadap juniornya, bagi Wagub tidak manusiawi. Apalagi sampai tubuh orang terluka parah dan berdarah. “Ini tidak manusiawi, tidak sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi,” tegas Wagub.

Bukan hanya oknum yanga da di Mapala, pihak kampus juga harus bertanggung jawab. Pasalnya, kampus memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan. “Harus ada juga pertanggung jawaban pihak kampus, kok bisa kekerasan ini terjadi,” ujarnya.

Rektor UII menurut Wagub juga harus dievaluasi secepatnya. Tragedi berdarah yang telah menelan korban jiwa tidak boleh dianggap pristiwa biasa. Semua pihak terkait, mulai dari kampus, pengurus Mapala, panitia Pelatihan Dasar (Diksar) harus diproses hukum. “Pokoknya usut tuntas, jangan lagia da kekerasan. Saya bisa bayangkan bagaimana perasaan keluarga korban, keadilan harus didapatkan,” tegas Wagub.

Sebagai bentuk keseriusan Pemprov dalam memberikan perhatian pada rakyatnya, Wagub akan menjadwalkan berkunjung langsung ke rumah keluarga korban. Setidaknya, untuk memberikan dukungan moril bagi orangtua yang ditinggalkan korban.

Terpisah, anggota Komisi V DPRD NTB, Hj Suryahartin yang membidangi pendidikan juga sangat menyesalkan adanya korban dalam kegiatan Diksar Mapala UII. “Ya Allah, kemarin-kemarin sempat kita dengar kekerasan juga terjadi di IPDN. Sekarang malah di organisasi mahasiswa sampai ada yang meninggal,” sesalnya.

Kepada keluarga korban, Suryahartin berharap agar sabar menghadapi semua ini. Jangan sampai ada upaya-upaya balas dendam atas meninggalnya  Ilham Nurpadmi Listiadi. “Mari kita percayakan semuanya pada penegak hukum, proses hukum ini yang harus kita kawal sampai tuntas. Agar semua yang bersalah mendapatkan hukuman setimpal,” ucap Suryahartin.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid