Wagub Pastikan Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Tetap Melalui Proses Pengkajian

Hj Sitti Rohmi Djalillah (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Wakil Gubernur, NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah merespon terkait dengan berbagai keritikan soal rencana pembangunan proyek kereta gantung Rinjani yang nantinya akan dibangun oleh investor asal Tiongkok, China.  Dimana saat ini masih dilakukan beberapa tahapan proses sebelum nanti dilakukan pembangunan. “Untuk pembangunan kereta gantung Rinjani, semua akan ada pengajiannya, ada Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan semuanya,” kata Wagub saat dikonfirmasi seusai menghadiri sidang Paripurna di kantor DPRD NTB, Selasa (2/8).

Ketikan proses pengajian dan penyelesian Amdal maka baru akan dilakukan tahapan  pembangunan. Artinya pembangunan akan dapat dilaksanakan apabila semua proses itu telah dilaksanakan.  “Jadi kalau semua sudah lolos (pengajian dan Amdalnya) baru nanti akan dilaksanakan (pembangunan),” sambungnya.

Sementara saat ini, tahapan proses pengajian masih dilakukan. Bahkan pihak investor telah menerjunkan tim ahli dari Bandung Jawa Barat untuk melakukan desain awal pembangunan Kereta Gantung Rinjadi dengan langsung kelapangan. Setelah itu baru akan dilanjutkan dengan proses penyususun Amdal secara pararel dengan tahapan izin lainnya. Bahkan, kata Wagub sekarang ini masih dalam berproses semua. “Jadi sekarang ini semua masih berproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB H. Mohammad Rum juga telah menyampaikan progres rencana pembangunan proyek kereta gantung Rinjani yang ditangani oleh PT. Indonesia Lombok Resort (ILR) yang merupakan perusahaan milik investor asal Tiangkok, Chinan. Dimana saat ini sedang proses untuk desain awal oleh tim ahli dari Bandung yang diterjunkan oleh pihak investor selama 14 hari untuk mengerjakan disain awal pembangunan kereta Gantung. “Karena tim dari China tidak bisa datang, karena masalah KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas), akhirnya investor untuk percepatan mereka menggunakan tim ahli dari Bandung. Tim dari Bandung sudah datang. Mereka akan bekerja salama 14 hari ini dengan tim dari LHK untuk mengerjakan disain awalnya,” katanya.

Baca Juga :  Vaksin Ludes, Pendaftar Online Disetop

Kedatangan tim ahli yang diterjunkan oleh pihak investor, sambung Rum, mereka sekarang ini telah turun ke lapangan untuk mengecek lokasi-lokasi tempat pemasangan menara yang akan menjadi penyangga atau tiang kereta gantung Rinjani sekaligus untuk penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). “Untuk pengerjaan desain awal ini dibutuhkan waktu 14 hari. Setelah itu nanti kita akan evaluasi,” katanya.

Setelah selesai semua, lanjut Rum, akan dilanjutkan pada tahapan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dengan waktu yang dibutuhkan sekitar 3 sampai 4 bulan, baru dimulai konstruksi pembangunan proyek. “InsyaAllah tahun ini konstruksi sudah bisa dikerjakan,” tambahnya.

Rum menyebutkan total investasi yang akan digelontorkan investor dalam pembangunan proyek kereta gantung Rinjani mencapai Rp 2,2 triliun. Di mana, untuk pembangunan kereta gantung menelan anggaran sebesar Rp 600 miliar, sedangkan sisanya untuk membangun dua resort mewah yang akan dibangun serta fasilitas pendukung lainnya. “Untuk pembangunan kawasan resort mereka akan bangun di atas satu dan bawah satu. Sehingga para penumpang mungkin bermalam dulu di bawah sebelum naik ke atas dan diatas juga disiapkan tempat bermalamnya,” terangnya.

Baca Juga :  Jadi Tersangka, Ustad Mizan Tak Ditahan

Rum menegaskan lokasi pembangunan proyek kereta gantung Rinjani ini diluar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Sehingga tidak akan mengganggu aktivitas pendakian menuju Gunung Rinjani bagi para pendaki. Pasalnya pembangunan proyek berada dikawasan hutang lindung yang menjadi kewanangan Provinsi NTB yang terletak dikecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah. “Karena di atas ini tak sampai kawasan TNGR tetapi di luar kawasan TNGR. Sehingga bagi pengguna Kereta Gantung ketika ke menuju Segara Anak mereka akan jalan 2 – 3 km, makanya disiapkan penginapan diatas sebagai tempat bermalam,” jelasnya.

Untuk itu, pihak investor juga akan melakukan rehabilitasi lahan, ketika terdapat hutan yang gundul sepanjang jalur yang dilewati kereta gantung. Karena yang dijual adalah daya tarik pemandangan alam. “Makanya ketika ada kerusakan lahan, mereka (investor) juga akan melakukan rehabilitasi lahan, ketika ada yang dilalui kereta ada yang gundul-gundul mereka perbaiki. Kerena yang mereka jual itu pemandangan alamnya. Dan itu sangat positif,” sambung Rum.

Seperti diketahui, Pembangunan proyek kereta gantung Rinjani nanti akan ditangani langsung oleh PT. Indonesia Lombok Resort (ILR) yang merupakan perusahaan milik dari investor asal Tiangkok, China. Yang telah menyerahkan uang jaminan investasi kepada Pemprov NTB sebesar Rp 5 miliar. Lokasi pembangunan berada dikawasan hutang lindung yang menjadi kewanangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang berada dikecamatan Batukliang Utara dengan total luas lahan yang disiapkan sekitar 500 hektar. Pembangunan Kereta gantung Rinjani ini merupakan yang terpanjang di dunia dengan panjang mencapai 9 sampai 10 km yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. (sal)