Wagub Minta Semua Daerah Perbanyak  Screening Covid-19

Hj Sitti Rohmi Djalilah (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM-Kasus baru positif Covid-19 yang akhir-akhir ini cendrung naik, dikarena jumlah sample yang dites cukup banyak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dengan melihat peningkatan kasus di beberapa daerah termasuk di pulau Sumbawa. “Jadi ini yang kita dorong terus di semua kabupaten/kota agar lebih banyak screeningnya, melakukan tes. Baik melakukan rapid test atau swab. Makanya kemarin kita liat di Sumbawa itu kasus banyak karena itu lagi kencang-kencang untuk screening,  Jadi itu yang kita dorong juga,”katanya.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB per tanggal 11 November 2020 kemarin tercatat 36 orang tambahan kasus baru positif. Rincinannya Kota Bima paling banyak tambahan kasus baru sebanyak 17 orang. Sisanya dari, Mataram satu orang,
Lombok Barat dua orang, Lombok Tengah dua orang, Lombok Timur empat orang, Sumbawa sembilan orang dan Dompu satu orang. Meski dihari yang sama juga terdapat tambahan 11 pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif. Terbanyak dari Lombok Barat lima orang, sisanya, Lombok Utara satu orang, Sumbawa Barat dua orang dan Sumbawa tiga orang. Maka dengan adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 11 tambahan sembuh baru, dan tidak
ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sebanyak 4.279 orang, dengan perincian 3.590 orang sudah sembuh, 230 meninggal dunia, serta 459 orang masih positif.

Dikatakan Wagub, meski kasus di Kota Mataram sudah melandai, tetapi tetap gencar melakukan screening, baik rapid maupun swab semua orang.  “Mataram kita lihat saat ini walapun kasus melandai tetap kencang aja screening. Ini yang kita harapkan juga dilakukan di kabupatan/kota lainnya,”katanya.

Menurutnya, jika di suatu daerah misalnya sedikit kasus Covid, karena memang sedikit dilakukan tes, maka hal itu wajar-wajar saja. Namun hal ini tidak dapat dipercaya menjadikan suatu daerah yang bersih dari Covid. Maka pihaknya terus mendorong agar semua daerah di NTB lebih masif melakukan tes. Sehingga pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak takut di tes karena lebih banyak dites itulah baik untuk mencegah penularan. “Jangan takut di tes intinya. Siapapun yang mau di-rapid, swab justru itu yang lebih bagus. Kita minta supaya lebih kooperatif lah. Karena untuk berhasilnya suatu daerah menangani (Covid) tergantung dari banyak tesnya juga,”ujarnya.

Oleh sabeb itu, pihaknya mengajak semua orang untuk melakukan rapid atau swab. “Saya juga sudah ngerasakan swab tidak sengeri yang dibayangkan. Biasa saja kok, kuncinya cuma tenang aja jangan melawan, biasa saja,”katanya.

Ia juga menekankan, kepada semua sekolah yang sudah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka, supaya lebih disiplin menerapkan protokol Covid-19. Hal ini semata-mata agar tidak terjadi penularan di lingkungan sekolah. “Kuncinya ya tetap disiplin protokol Covid,”tegasnya.

Saat ini sebagian wilayah di NTB sudah zona kuning (risiko rendah). Maka, sekolah sudah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. “Tetapi ingat bolehnya itu dengan tanda kutif boleh sangat hati-hati. Artinya protokol Covid harus tetap diterapkan,”terangnya.

Penerapan protokol Covid di sekolah, sambungnya, dari jumlah peserta didik yang masuk harus diatur. Saat ini tidak dizinkan peserta didik masuk semuanya. Sekolah menerapkan sistem shift, menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak dan lain sebagainya. “Selama di sekolah juga tidak diperbolehkan siswa untuk makam ya, kayak begitu-gitu, masker tidak boleh dibuka. Itu yang harus dipegang teguh supaya tidak terjadi penularan,”ucapnya. (sal)