Wagub Minta Pejabat Baru Tidak Andalkan APBD

SELAMAT : Sebanyak 9 orang hasil seleksi JPT Pratama yang dilantik mendapat ucapan selamat di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Jum'at pagi (26/3).(PELANTIKAN AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Sebanyak 9 orang yang terpilih dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama lingkup Pemerintah Provinsi NTB, dilantik oleh Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah di gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Jumat (26/3).

Dalam sambutannya, Wagub mengingatkan seluruh pejabat eselon dua yang baru itu, untuk bekerja maksimal. Hal yang paling penting, bisa bekerja tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Jangan andalkan APBD, harus kreatif dan inovatif,” ujar Wagub.

Sebanyak 9 nama yang dilantik, yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang dimenangkan Surya Bahari. Kemudian Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Khairul Akbar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Julmansyah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Jamaludin, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan M Riadi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan (AP) Ahmadi, Kepala Biro Perekonomian Hj Eva Dewiani, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Subhan Hasan.

Kemudian untuk Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, yang dilantik yaitu dr HL Herman Mahaputra. “Sudah gak zamannya kerja hanya andalkan anggaran. Kita tidak akan bisa apa-apa dalam keadaan serba sulit ini,” ujarnya.

Menurut Wagub, dalam kondisi keterbatasan APBD seperti saat ini, agar para Kepala OPD lingkup Pemprov NTB untuk lebih mengedepankan inovasi, kreativitas dan kesungguhan dalam pengabdian. Ia mendorong agar kreativitas saat ini harus  jauh lebih besar dari sebelumnya. “Jika produktivitas kita sama, mungkn kita tidak bisa mencapai goal-goal yang kita tawarkan,” katanya.

BACA JUGA :  Imlek, Mataram akan Banjir Kunjungan

Dalam bekerja, seorang pimpinan juga hendaknya bisa mensiasati untuk bagaimana  memanfaatkan peluang dan potensi yang ada. Jangan sekali-kali bekerja hanya mengharapkan APBD.

OPD harus benar-benar bisa berkreasi, berinovasi bagaimana  merangsang APBN sebanyak mungkin bisa masuk ke NTB. Selanjutnya bagaimana merangkul dunia usaha, swasta  untuk bisa berkontribusi pada program-program yang sudah digagas.

Merangkul seluruh elemen masyarakat juga sangat penting untuk bisa menyukseskan program pembangunan di NTB. “Harus bisa merangkul seluruh masyarakat untuk ikut serta sukseskan program pemerintah,” pesan Wagub.

Ditambahkan, dalam keadaan sulit saat ini hendaknya pejabat baru bisa lebih banyak belajar dari para seniornya untuk mengatasi hal-hal yang sulit dalam bekerja. Berkoordinasi sangat diperlukan untuk memecah kesulitan yang dihadapi. “Dan saya ingin agar progress atas kemajuan yang cepat bisa terlihat di masa yang sulit ini.  Kita menyadari  tentu ini tantangan yang tidak mudah. Namun saya yakin semakin besar tantangannya semakin semangat kita dalam bekerja,” ucap Wagub.

Wagub juga sangat berharap agar para pejabat baru yang dilantik bisa mengetahui visi dan misi NTB Gemilang. Apabila tujuan tidak diketahui, maka tidak bisa menjalankan visi dan misi NTB Gemilang.

Wagub mengingatkan kembali bagaimana pentingnya menjalin sinergitas. Masalahnya tidak mungkin program itu akan bisa dijalankan sendirian. Untuk itu perlu dibangun dan semakin diperkuat manajemen kerja di OPD masing-masing untuk saling menguatkan satu sama lain. “Ingat saya berharap manajemen kerja organisasi yang saudara-saudara pimpin mulai dari pejabat struktural yang ada hingga seluruh pegawai di tingkat bawah untuk seluruhnya dijadikan sebagai satu kekuatan  dan saling menguatkan satu sama lain,” ujar Wagub.

BACA JUGA :  Ahyar : Saya Tidak Tinggalkan Tugas Pokok

Wagub pada kesempatan itu juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik saat pandemi Covid-19 masih berlangsung, agar tetap memberikan contoh kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan berupa 5 M.

Harapanya meski dalam kondisi Covid-19 yang masih terjadi, masyarakat bisa tetap hidup nyaman, sehat dan tetap produktif dalam bekerja. “Tetap terapkan 5 M dan memberi keteladanan kepada masyarakat dan penggunaan teknologi yang makin ditingkatkan,” kata Wagub.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB yang baru, Muhammad Riadi yang dimintai keterangannya menyampaikan, dirinya akan langsung memperkuat komunikasi dan koordinasi. Mengingat, saat ini Distanbun menghadap berbagai masalah.

Misalnya saja terkait dengan program irigasi tetes yang disorot banyak pihak. Kemudian berbagai persoalan lainnya yang ada di Distanbun. “Saya akan pelajari dulu semuanya, sehingga bisa mengambil langkah-langkah terbaik,” katanya usai dilantik.

Hal yang tidak jauh berbeda disampaikan para pejabat bari lainnya. Mereka akan segera memperkuat internal untuk bisa bekerja secara maksimal kedepannya. (zwr)