Wagub Ingatkan Siswa Junjung Kejujuran

PANTAU UNBK : Wakil Gubernur NTB, H Muhamamd Amin melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK di beberapa sekolah, Selasa kemarin (4/4) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Wakil Gubernur NTB, H Muhamamd Amin melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Mataram dan Lombok Barat, Selasa kemarin (4/4).

Ujian yang dilaksanakan mulai tanggal 3-6 April tersebut dinilai berjalan lancar.

Wagub memantau pelaksanaan UNBK di SMKN 7 Mataram, SMK PP Mataram, SMKN 1 Lingsar, SMKN 1 Gunung Sari dan SMKN 1 Batulayar. Pada semua sekolah yang dikunjunginya, tidak dijumpai permasalahan berarti. “Kita berharap proses pelaksanaan UNBK di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTB berjalan dengan baik, aman dan lancar tanpa ada kendala sedikitpun. Sejauh ini saya lihat lancer,” ucapnya di sela-sela pemantauan, Selasa kemarin (4/4).

[postingan number=3 tag=”unbk”]

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Wagub meminta agar selalu melakukan evaluasi. Dikbud harus memastikan segala fasilitas pendukung  dapat dipenuhi. Sedangkan bagi sekolah- sekolah yang  masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas (UNPK) tahun ini, diharapkan tahun depan sudah melaksanakan ujian berbasis komputer. Apabila semua sekolah mampu melaksanakan UNBK, maka ujian nasional di  kota dan desa-desa akan menjadi setara. Jangan sampai ketimpangan yang terjadi di bidang ekonomi juga ada pada dunia pendidikan. “Kita harap tahun depan semua SMK bisa UNBK,” katanya.

Jumlah peserta ujian untuk SMKN dan SMK Swasta se-NTB pada tahun 2017 sebanyak 17.836 siswa. Terdiri dari  10.416 siswa atau 7,9 persen  masih  UNPK, dan 16.420 siswa atau 92,06 persen  telah menggunakan UNBK.

Sementara jumlah SMKN dan SMK Swasta se-NTB sebanyak 258 sekolah. Sebanyak 201 sekolah atau 77,90 persen telah melaksanakan Ujian Berbasis Komputer, sedangkan sebanyak 57 sekolah atau 22,17 persen masih melaksanakan UNPK.

Menurut Wagub, peningkatan prestasi siswa sangat penting untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran. Namun yang lebih penting dari itu adalah kejujuran. “Generasi muda itu calon pemimpin bangsa di masa depan,” katanya.

Prestasi siswa harus dilakukan dengan cara-cara yang jujur dan obyektif. Dengan begitu akan lahir calon pemimpin yang berintegritas. Itulah yang diinginkan Wagub, nilai akademik harus tetap mengedepankan moralitas.

Kepala Dikbud Provinsi NTB, H Muhammad Suruji menyampaikan, saat ini yang paling penting adalah integritas dan kejujuran. Target kelulusan bukanlah hal utama, apalagi dengan sistem UNBK yang diterapkan. “Berdasarkan Permendikbud No 44 tahun 2014 tentang Ujian Nasional, yang diutamakan adalah integritas dan kejujuran harus meningkat di atas rata-rata nasional, ” ucapnya.

Tahun lalu, nilai ujian NTB berada di atas rata-rata nasional.  NTB masuk kategori yang penyelenggaraan UN dengan integritas dan kejujuran tinggi menurut Kementerian Pendidikan. “Soal ada yang belum menggunakan UNBK, sebenarnya tidak ada perbedaan dari sisi materi. Hanya saja,” tandasnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid