Wagub Buka Pameran Wisata Halal dan Rakernas ASITA

MATARAM—Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muhammad Amin, didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Dadang Rizki Ratman, dan Ketua Umum DPP ASITA, H. Asnawi Bahar, membuka secara resmi pelaksanaan International Halal Travel Fair (IHTF) 2016 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASITA yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Rabu (21/9).

Sebelumnya, dalam sambutan Wagub menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPP ASITA, karena telah mempercayakan Lombok sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakernas ASITA. Selain itu, kepada pihak Kemenpar RI juga diucapkan terima kasih, karena terus-menerus memberikan dukungan kepada Pemda NTB untuk mengembangkan sektor kepariwisataannya.

“Berlangsungnya kegiatan IHTF 2016, yang ditujukan untuk lebih mengenalkan berbagai potensi wisata, khususnya wisata halal yang dimiliki NTB kepada pasar. Bersamaan dengan pelaksanaan Rakernas ASITA yang dihadiri seluruh DPD ASITA se Indonesia, tentu menjadi langkah yang sangat tepat. Karena dalam satu momen IHTF, atau pameran wisata halal internasonal ini, maksud dan tujuannya bisa langsung dilihat para pelaku usaha wisata dari seluruh daerah di Indonesia,” kata Wagub.

Kegiatan atau promosi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi NTB ini sekaligus sebagai upaya untuk mendukung program Pemerintah Pusat yang menargetkan angka kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 mendatang. “Sehingga kalau target kunjungan wisatawan ke NTB yang sebanyak 3 juta wisatawan terealisasi, maka paling tidak kita bisa kontribusi 5 hingga 10 persen dari target nasional (20 juta wisatawan),” harap Amin.

Tak hanya melaksanakan berbagai even atau kegiatan saja, Pemda NTB juga serius membangun berbagagai infrastruktur untuk menunjang pembangunan sektor kepariwisataan. “Kami sangat serius membangun sektor kepariwisataan ini. Bahkan pembangunan pariwisata menempati urutan kedua setelah sektor pertanian dalam arti yang luas, sebagai program unggulan Pemda NTB,” papar Amin.

Karena dampak pembangunan pariwisata di NTB ini begitu luas bagi masyarakat, khususnya dalam hal perekonomiannya. Kesempatan itu Wagub juga berharap kepada pemerintah pusat, untuk tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kontra produktif dengan pembangunan sektor pariwisata.

“Seperti sebelumnya ketika Menteri PAN-RB pernah mengeluarkan moratorium (pemberhentian) pelaksanakan kegiatan atau rapat instansi pemerintah di hotel-hotel. Saat itu kami (NTB) tentu saja kelabakan, karena tingkat hunian hotel-hotel di NTB langsung turun drastis, dan otomatis PHK juga membayangi para karyawannya,” jelas Amin.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar RI, Dadang Rizki Ratman, dalam arahannya mengakui kalau pelaku usaha wisata, dalam hal ini para pengusaha travel agent anggota ASITA, memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan kepariwisataan secara Nasional. “Travel Agent merupakan garda terdepan dalam melayani para wisatawan yang datang berkunjung ke Indonesia,” paparnya.

Presiden sendiri sambungnya, untuk pengembangan sektor pariwisata di Indonesia ini telah menargetkan angka kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta wisatawan. “Untuk itu, upaya-upaya yang dilakukan daerah, seperti halnya NTB melaksanakan kegiatan IHTF yang baru kali pertama dilaksanakan ini, akan sangat membantu pemerintah pusat mewujudkan target angka kunjungan. Apalagi yang menjadi bidikan adalah para wisatawan muslim, yang potensi pasarnya saat ini memang cukup besar,” beber Dadang.

Selanjutnya melaksanakan IHTF 2016, yang rencananya akan menjadi agenda tahunan Pemda NTB, dengan menggandeng kegiatan Rakernas ASITA, juga dinilai langkah yang sangat tepat. “Pelaksanaan IHTF atau Pameran Wisata Halal Internasional, bersamaan dengan Rakernas ASITA yang dihadiri oleh para pelaku usaha dari seluruh Indonesia, ini merupakan upaya yang sangat cerdas. Kami dari Kemenpar RI tentu sangat mendukung. Apalagi Provinsi NTB ini merupakan salah satu diantara tiga daerah (dua lainnya DI Aceh dan Sumbar, red) yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai destinasi wisata halal,” urai Dadang.

Sedangkan Ketua DPD ASITA NTB, sekaligus Ketua Panitia Rakernas ASITA, Dewantoro Umbu Djoka, dalam laporan menyampaikan, kalau kegiatan diikuti oleh 500-an delegasi dari seluruh DPD ASITA se Indonesia. “Selain itu, juga ada sekitar 30-an buyer dari luar negeri, yaitu Malaysia, Singapura, India, dan negara-negara Midle East,” tuturnya. (gt)