Wabup Serahkan Bantuan Pertanian Rp 3,56 Miliar

TANJUG-Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sarifudin bersama Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan dan Perikanan (DPPKKP) KLU menyerahkan bantuan pemerintah program Prasarana Sarana Pertanian (PSP) senilai Rp 3,56 miliar kepada 98 kelompok, dan 66 alat dan mesin pertanian (alsintan) ke masing-masing kelompok penerima. Penyerahan bantuan se KLU ini dilaksanakan di Kelompok Srimbun Sari Dusun Srimbun Desa Dangiang Kecamatan Kayangan, Sabtu (4/6). 

Kepala DPPKKP KLU, Hermanto merincikan, bantuan program PSP senilai Rp 3,56 miliar ini terdiri dari bantuan pemerintah kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi untuk 86 kelompok dengan nilai Rp 2,4 miliar, kegiatan embung pertanian senilai Rp 1 miliar kepada 10 kelompok dan kegiatan pengembangan irigasi air permukaan senilai Rp 160 juta kepada dua kelompok. Sementara 66 alsinta yang diserahkan terdiri dari traktor roda dua sebanyak 35 unit, traktor roda empat sebanyak dua unit, pemipil jagung sebanyak 28 unit dan kendaraan roda tiga sebanyak satu unit.

Sementara itu Wabup dalam sambutannya berterima kasih kepada para petani atas ikhtiar selama ini dalam membantu mensukseskan program pemerintah di bidang pangan. Menurutnya, bantuan yang diberikan ini tidak ada muatan politik untuk memilih bupati-wabup ataupun memilih kepala desa. “Ini adalah murni bantuan pemerintah. Ini kewajiban pemerintah untuk memajukan pertanian,” terangnya usai melakukan penyerahan secara simbolis.

Pria yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini meminta agar bantuan yang diberikan senantiasa dijaga dan dirawat dengan baik. Wabup menegaskan, dirinya tidak ingin mendengar ada yang menjual. Jika dijual maka seberapapun besar bantuan pemerintah, tidak ada artinya. “Kalau itu terjadi (dijual) saya akan berkoordinasi dengan bapak polisi, inspektorat, BPKP, dan bapak akan ditangkap,” tegas mantan wartawan ini.

Sikap yang sama kata Wabup juga akan dilakukan pada bantuan lain seperti di bidang kelautan dan perikanan dan juga peternakan. Wabup meminta agar bantuan tidak dijual, melainkan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan kelompok. “Kita ingin dengan bantuan-bantuan yang ada bisa memberikan dampak yang signifikan bagi pertanian kita,” terangnya.

Kemudian yang perlu digarisbawahi lanjutnya, berkaitan dengan ketersediaan air irigasi. Sesungguhnya sumber air di KLU sangat banyak kata Wabup, hal tersebut berdasarkan diskusi dengan sejumlah ahli. Namun sayangnya, sumber air yang banyak ini tidak mampu dirasakan secara maksimal dikarenakan resapan air yang tinggi. Oleh karenanya diperlukan pembangunan jaringan irigasi. “Saat ini ada program cetak sawah baru, dan ini kita harus pikirkan irigasinya. Tolong diprioritaskan persoalan irigasi. Agar tidak hanya mengandalkan air hujan saja,” jelasnya. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut