Wabup Panen Raya Cabai Merah Kriting

PANEN CABAI: Wakil Bupati Lotim, Haerul Warisin beserta petani dan Camat Montong Gading melakukan panen raya cabai, Selasa (11/4) (Irwan/Radar Lombok)

SELONG–Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur, Haerul Warisin melakukan panen raya cabai merah kriting bersama petani di lahan milik kelompok tani Insan Tani di wilayah Desa Kilang Kecamatan Montong Gading. Panen kali ini dalam demplot seluas 67,5 are, Senin (11/4).

“Populasi cabai ini sebanyak 16 ribu tanaman cabai. 11 ribu diantaranya merupakan bantuan pemerintah daerah untuk mempertahankan status Kabupaten Lombok Timur sebagai wilayah penyangga cabai nasional,” ungkapnya.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Disampaikannya, sektor pertanian pada masa kini membutuhkan manajemen pertanian yang maju seiring dengan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat. Dari komoditas cabai saja jika sebelumnya petani melakukan penanaman hanya di beberapa wilayah di Lombok Timur pada musim yang sama, saat ini penanaman cabai harus didorong di seluruh wilayah yang memungkinkan dengan menanam di luar musim.

Selain untuk memasok kebutuhan nasional cabai dari Lombok Timur, ungkapnya, dengan penanaman diluar musim petani juga dapat menjual hasil produksi dengan harga lebih tinggi. Teknik perawatan yang cermat diperlukan para petani untuk menghindari adanya serangan hama penyakit yang biasanya terjadi di luar musim tanam.

Tidak hanya itu, patani juga harus mengetahui kondisi pasar. Tujuannya agar mampu memprediksi komoditas jenis apa yang dapat memberikan keuntungan bagi petani. Di lain sisi, peningkatan kapasitas serta kemampuan manajemen petani diharapkan mampu memberikan efek positif kepada seluruh masyarakat yang mencari nafkah di sektor ini.

Sementara itu lanjutnya, agar petani merasa diuntungkan, pemerintah harus mengacu kepada apa yang pernah disepakati oleh Menteri Perdagangan. Yang mana untuk harga terendah cabai ini sekitar 15 ribu, akan tetapi kenyataan di lapangan masyarakat tidak bisa mengikuti aturan itu dan hanya mampu menjual dengan harga 10 ribu saja.

“Mungkin kalau di pusat harganya tiinggi, namun kalangan petani hanya mampu menjual dengan harga sekitar 10 ribu saja. Tapi itu masih untung kok,” akunya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani, Sudirman mengatakan cabai merah kriting yang ditanam oleh kelompoknya merupakan cabai yang mempunyai perbedaan yang banyak dengan cabai yang lainnya. Menurutnya, untuk jenis cabai kriting ini mempunyai buah yang banyak sehingga akan mampu mendapatkan hasil yang lebih banyak.

Hanya saja, saat ini harga cabai sudah  mulai anjlok. Yang mana harga saat ini yang ia temukan berkisar Rp 7 ribu saja. “Kalau kita lihat dengan cabai yang lain cabai merah kriting ini buahnya lebih banyak, setiap ranting pohon terdapat buah, hanya kita saja kita mengalami keluhan pada harga yang anjlok,” keluhnya.

Dengan melihat harga yang rendah, kemungkinan untuk meraup untung harus diprediksi. Namun apabila harga naik menjadi Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, petani bisa bernafas lega. (cr-wan).

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid