Wabup Istirahat, Sopir dan Ajudan Adu Jotos

MEDIASI: Suasana mediasi yang berakhir damai di pendopo Wakil Bupati Lombok Tengah, Senin kemarin (1/11). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYASopir dan ajudan Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah terlibat aksi perkelahian sekitar pukul 23.30 Wita, Sabtu malam (29/10). Perkelahian ini menyebabkan sopir wabup bernama Nurdan mengalami luka robek pada bagian wajah. Dia juga sempat menjalani perawatan di Puskesmas Praya akibat luka robek yang dideritanya karena pukulan ajudan wakil bupati bernama Wawan.

Ironisnya, peristiwa adu jotos ini berlangsung di rumah dinas atau pendopo wakil bupati. Saat perkelahian, wabup tidak mengetahui persoalan yang menimpa kedua anak buahnya itu karena sedang beristirahat. Bahkan diduga kejadian tersebut baru diketahui setelah diproses aparat kepolisian.

Informasi yang dihimpun koran ini, perkelahian itu bermula saat ajudan wakil bupati menanyakan masalah titipan. Namun sopir wakil bupati menjawab bahwa titipan tersebut masih ada. Saat itu sopir tersebut sedang berada di laut bersama keluarga wakil bupati untuk memancing di laut. Rencananya titipan yang diduga uang tersebut bisa diambil setelah pulang memancing.

Tapi sebelum pulang memancing, antara sopir dan ajudan diduga sudah saling sindir dan saling maki melalui Watshap. Saat pulang sekitar pukul 23.30 wita dan bertemu di rumah jabatan wakil bupati, terjadi perkelahian antara sopir dan ajudan. Diduga kuat jika sopir langsung dipukul oleh ajudan wakil bupati yang mengakibatkan korban mengalami luka robek di pipi sebelah kiri dan pelipis mata sebelah kanan memar serta tangan kiri korban bengkak sebagai akibat menangkis pukulan.

BACA JUGA :  Pertamina Mandalika Perkenalkan Pembalap Moto2

Atas kejadian tersebut, sopir wakil bupati kemudian melaporkan permasalahan tersebut ke Polsek Praya. Tapi pada Senin (1/11), kedua belah pihak antara sopir dan ajudan ini kemudian dipertemukan di pendopo wakil bupati. Mereka sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan alias berdamai.

Kapolsek Praya, IPTU Hariono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kasus yang terjadi antara sopir dan ajudan wakil bupati tersebut. Pihaknya membenarkan juga bahwa perkelahian tersebut disebabkan akibat salah satu dari sopir dan korban mengeluarkan kata-kata kotor dan saling singgung melalui watshap. “Jadi awalnya mereka saling telepon dan ada kata-kata kotor, lalu keduanya antara sopir dan ajudan bertemu di pendopo wakil bupati pada Sabtu malam sekitar pukul 23.30 wita dan disanalah terjadi perkelahian itu. Kebetulan saat itu wabup sudah istirahat dan anggota Pol PP Lombok Tengah yang berada di lokasi tidak membangunkan wabup saat kejadian,” ungkap Kapolsek Praya, IPTU Hariono, Senin (1/11).

BACA JUGA :  Pemkab Loteng Bagikan 29.676 Kartu Program Keluarga Harapan

Hariono enggan membeberkan terkait penyebab detail dari permasalahan tersebut. Termasuk apakah benar karena dugaan adanya uang yang dititip yang menjadi penyebab perkelahian. Karena petugas tidak masuk ke persoalan penitipan uang, melainkan fokus pada aduan dugaan penganiayaan yang dilaporkan sopir ke Polsek Praya. “Jadi kita tidak masuk ke ranah itu (penitipan uang, red) tapi fokus pada aduan sopir saja,” terangnya.

Hariono mengaku, kedua belah pihak sudah dimediasi dan berdamai. Pelapor juga sudah mencabut laporan. “Mereka sudah berdamai, dan terlapor (ajudan) bersedia menanggung biaya pengobatan pelapor sampai sembuh, saling minta maaf dan terlapor berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Jika mengulangi perbuatannya terlapor bersedia diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” terangnya.

Sementara itu, sopir wakil bupati Nurdan dan ajudan Wawan ketika dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut sama-sama tidak memberikan respons. (met)