Viral, Kerbau Masuk Sirkuit Mandalika

MASUK: Seekor kerbau nampak masuk di areal sirkuit MotoGP di KEK Mandalika, kemarin. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Seekor kerbau terekam masuk di sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut. Masuknya kerbau ini menjadi viral di Media Sosial (Medsos), namun belum diketahui secara pasti dari mana kerbau tersebut masuk sirkuit. Padahal saat ini sirkuit tersebut telah di pasang jaring pengaman.

Ironisnya jika kerbau tersebut viral setelah adanya surat imbauan dari pemerintah Kecamatan Pujut yang menegaskan untuk masyarakat Kecamatan Pujut dan sekitarnya maupun pengunjung lainnya, baik itu dari masyarakat umum, dinas instansi swasta untuk tidak melintasi jalur sirkuit dengan menggunakan kendaraan bermotor, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat dan juga sepeda dayung.

Himbauan yang dikeluarkan ini juga menyampaikan bagi pejalan kaki yang membawa makanan-makanan ringan dan berjalan sambil merokok, supaya tidak membuang sampah atau kulit makan dan putung rokok di areal sirkuit. Serta untuk sementara diminta supaya tidak mengajak keluarga dan sanak famili lainnya jalan-jalan atau menggunakan jalur sirkuit untuk rekreasi. Larangan tersebut bukan karena tidak diizinkan tapi secara teknis jalur sirkuit belum diperbolehkan untuk dilintasi atau dilalui.

BACA JUGA :  Biro Hukum Siap Ladeni Gugatan Basri Mulyani

Salah seorang Warga Dusun Ujung Lauk Desa Kuta, Alus Darmiah Gare menegaskan bahwa, memang masuknya kerbau di sirkuit ini menjadi perbincangan di wilayah desa mereka bahkan di berbagai grup watshap. Hanya saja belum diketahui secara pasti kapan kerbau tersebut masuk hingga siapa pemilik dari kerbau itu. “Hari ini kayaknya kejadian, kemngkinan dia (kerbau,red) masuk lewat jalan di Ujung Lauk. tapi secara pasti kami belum tau, ini malah jadi bahan candaan karena Camat mengeluarkan himbauan tapi untuk wisatawan dan warga,” ungkap Alus Darmiah Gare saat dihubungi Radar Lombok, Selasa kemarin (7/9).

Pihaknya tidak menafikan bahwa saat ini memang masih ada masyarakat yang masih memelihara sapi di dalam sirkuit. Hanya saja sepengetahuannya untuk pengembala kerbau kebanyakan diluar arena sirkuit. “Yang diluar sirkuit memang untuk kerbau masih banyak dan di dalam hanya sapi yang dimiliki warga,” terangnya.

Alus menambahkan bahwa sebelum dipagar sirkuit ini memang banyak dijadikan tempat untuk kerbau dikembalakan, terutama di Dusun Ujung Bunut dan lain sebagainya. Bahkan pada saat pengerjaan sirkuit juga diakui masih banyak. “Himbauan pak camat kan untuk pengunjung. Tapi  memang perlu penjagaan ketat agar tidak terjadi kerusakan,” ungkapnya sembari menganggap ini sebagai candaaan saja.

BACA JUGA :  PMK Turun, THR ASN Bisa Dicairkan

Hal yang sama disampaikan oleh Warga Desa Kuta lainnya yakni Sibawaeh, pihaknya mengaku bahwa sebenarnya di dalam kawasan yang masih ada saat ini hanya hewan jenis sapi. Hanya saja sapi ini tidak berkeliaran kemana-mana, karena oleh pemiliknya selalu menjaganya bahkan dengan cara di ikat. “Kalau kerbau masuk sirkuit saya disini tidak melihatnya, kita tidak tau sekarang kalau ada pengembala kerbau. Karena setau kita hanya sapi yang masih ada, tapi ditata dan ikat. Sementara memang selama ini kalau kerbau memang di lepas dan tidak diikat,” tegasnya.

Sementara itu, Chief Strategic and Communication Officer Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Sirkuit Mandalika, Happy Harinto belum memberikan respon terkait dengan persoalan ini. (met)